Lanjutkan Gotong Royong TNI-Warga Wujudkan Hunian Layak di Sampang

Lanjutkan Gotong Royong TNI-Warga Wujudkan Hunian Layak di Sampang

Suara Pecari, Semangat kebersamaan terus mewarnai pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 di Desa Panyepen, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang. Satgas TMMD yang dipimpin Peltu Kermuji bersama personel melanjutkan pengerjaan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bu Mahmudah, seorang penjual kerupuk keliling, pada Senin, 20 Juli 2026. Memasuki tahap plamir dinding, proses rehabilitasi rumah berjalan lancar berkat sinergi antara personel Satgas dan warga setempat. Gotong royong yang terjalin menjadi bukti nyata bahwa TMMD tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga mempererat persatuan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Latar Belakang TMMD Ke-129 di Sampang

Program TMMD merupakan salah satu program unggulan TNI yang bertujuan mempercepat pembangunan di daerah pedesaan, khususnya di wilayah terpencil, tertinggal, dan perbatasan. TMMD Ke-129 kali ini mengusung tema ‘TMMD Mewujudkan Desa Mandai dan Sejahtera’ dan berlangsung di beberapa kabupaten di Indonesia, termasuk Sampang. Desa Panyepen dipilih karena masih banyak warga yang tinggal di rumah tidak layak huni, seperti Bu Mahmudah yang sehari-hari bekerja sebagai penjual kerupuk keliling. Rumahnya berdinding anyaman bambu dan lantai tanah, serta atap yang bocor. Melalui program ini, TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat berkomitmen meningkatkan kesejahteraan warga melalui pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar.

Kronologi Rehabilitasi RTLH Bu Mahmudah

Rehabilitasi rumah Bu Mahmudah dimulai sejak awal TMMD Ke-129 digelar pada awal Juli 2026. Berikut tahapan yang telah dilaksanakan:

TahapKegiatanTanggal
1Pembongkaran dinding anyaman bambu dan atap rusak5 Juli 2026
2Pemasangan fondasi dan tiang beton8-10 Juli 2026
3Pemasangan dinding bata dan plesteran12-15 Juli 2026
4Pemasangan atap seng dan rangka kayu16-18 Juli 2026
5Plamir dinding (tahap saat ini)20 Juli 2026

Setelah plamir, tahap selanjutnya adalah pengecatan dinding, pemasangan lantai keramik, dan finishing lainnya. Target penyelesaian seluruh pekerjaan adalah akhir Juli 2026, sehingga Bu Mahmudah dapat segera menempati rumah barunya.

Peran Gotong Royong dalam Program TMMD

Gotong royong merupakan nilai luhur bangsa yang terus dijaga dan diterapkan dalam setiap kegiatan TMMD. Di Desa Panyepen, keterlibatan warga sangat terlihat. Setiap hari, sekitar 15-20 warga secara sukarela bergabung dengan personel Satgas untuk membantu pekerjaan fisik. Mereka membawa peralatan sendiri, seperti cangkul, ember, dan kuas, serta menyediakan konsumsi untuk para pekerja.

  • Partisipasi warga: Warga tidak hanya membantu tenaga, tetapi juga memberikan dukungan moral dan material. Beberapa warga bahkan menyumbangkan bahan bangunan seperti pasir dan batu bata.
  • Sinergi TNI-Rakyat: Kehadiran personel TNI di tengah masyarakat memudahkan koordinasi dan mempercepat proses pembangunan. Komunikasi yang baik antara Peltu Kermuji dan tokoh masyarakat setempat menjadi kunci kelancaran program.
  • Dampak sosial: Gotong royong mempererat hubungan kekeluargaan dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan. Warga merasa bangga karena ikut serta dalam mewujudkan hunian layak bagi sesama.

Dampak dan Implikasi Program TMMD

Program TMMD tidak hanya berdampak pada penerima manfaat langsung, tetapi juga pada masyarakat luas dan pemerintah daerah. Berikut beberapa dampak yang teridentifikasi:

AspekDampak
KesejahteraanRumah layak huni meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, dan produktivitas Bu Mahmudah. Ia dapat menyimpan barang dagangan lebih baik dan tidak khawatir saat hujan.
EkonomiPengerjaan RTLH melibatkan tenaga kerja lokal dan membeli material dari toko bangunan setempat, sehingga menggerakkan roda ekonomi desa.
SosialGotong royong memperkuat modal sosial dan solidaritas antarwarga. Masyarakat menjadi lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
KeamananDengan hadirnya TNI di desa, rasa aman masyarakat meningkat. Interaksi positif antara TNI dan warga juga meredam potensi konflik.

Bagi pemerintah daerah, program TMMD membantu mempercepat pencapaian target pembangunan daerah, terutama dalam pengentasan kemiskinan dan penyediaan hunian layak. Program ini juga menjadi contoh kolaborasi lintas sektor yang efektif.

Harapan Bu Mahmudah dan Warga

Di sela kegiatan, Bu Mahmudah menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan melalui program TMMD. Ia berharap rumahnya segera selesai sehingga dapat ditempati dengan nyaman. “Terima kasih kepada TNI dan warga yang membantu, semoga rumah ini cepat selesai,” ungkapnya penuh haru. Senada dengan Bu Mahmudah, Kepala Desa Panyepen, Bapak Suharto, menyatakan apresiasinya terhadap TMMD. “Program ini sangat membantu warga miskin. Kami berharap TMMD terus berlanjut di desa kami,” ujarnya.

Kebersamaan yang terjalin selama TMMD Ke-129 di Sampang menjadi cermin bahwa pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan partisipasi semua pihak. TNI tidak hanya sebagai alat pertahanan, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan dan perekat persatuan. Semangat gotong royong yang dihidupkan kembali melalui program ini diharapkan dapat menginspirasi daerah lain untuk melakukan hal serupa. Pada akhirnya, hunian layak bukan sekadar tempat berteduh, melainkan fondasi untuk meraih kehidupan yang lebih baik.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *