Konektivitas Kepulauan Seribu Menguat dengan Peran Strategis Commuter Line dari Daratan Jakarta
Suara Pecari, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memperkuat layanan transportasi menuju Kepulauan Seribu mulai tahun 2027, dengan mengintegrasikan berbagai moda transportasi dari daratan ke kepulauan secara lebih efisien. Peran jaringan kereta api Commuter Line sebagai penghubung utama dari wilayah daratan Jakarta ke kawasan pesisir menjadi sangat penting dalam rangka memudahkan akses masyarakat ke Kepulauan Seribu.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan bahwa pengelolaan transportasi laut menuju dan dari Kepulauan Seribu akan dialihkan ke PT Transportasi Jakarta. Upaya ini bertujuan untuk memberikan kemudahan sekaligus efisiensi dalam perjalanan masyarakat, serta memastikan akses transportasi yang setara bagi warga Kepulauan Seribu sebagaimana warga Jakarta lainnya.
Peran Strategis Stasiun Angke dan Ancol sebagai Titik Awal Perjalanan
Dalam perjalanan menuju Kepulauan Seribu, Commuter Line melayani dua stasiun penting yaitu Stasiun Angke dan Stasiun Ancol. Kedua stasiun ini berfungsi sebagai titik awal atau penghubung yang memudahkan masyarakat dari berbagai wilayah Jakarta untuk mendekati kawasan pesisir utara sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi lain.
Stasiun Angke berjarak sekitar 7-8 kilometer dari Pelabuhan Kali Adem di Muara Angke, salah satu pintu utama penyeberangan menuju Kepulauan Seribu. Sementara itu, Stasiun Ancol berada sekitar 2-3 kilometer dari Marina Ancol, titik keberangkatan wisata laut ke berbagai pulau di Kepulauan Seribu. Kedekatan ini memberikan alternatif perjalanan yang menggabungkan kereta api dan transportasi perkotaan menuju pelabuhan.
Tren Peningkatan Aktivitas Pelanggan Commuter Line
Aktivitas pelanggan di kedua stasiun ini menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Pada semester pertama 2026, Stasiun Angke mencatat lebih dari 3 juta aktivitas pelanggan dengan jumlah gate in sebesar 1.505.477 dan gate out sebanyak 1.584.099. Angka ini meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan total aktivitas pelanggan mencapai 5.927.071 pada tahun 2025, naik 7,37 persen dari 2024.
Stasiun Ancol juga mencatat total aktivitas pelanggan sebanyak 550.289 pada semester pertama 2026, setara dengan 53,4 persen dari total aktivitas sepanjang 2025 yang mencapai 1.030.402. Data ini memperlihatkan semakin tingginya peran Commuter Line dalam mendukung perjalanan menuju kawasan pesisir dan Kepulauan Seribu.
Penguatan Konektivitas Transportasi di Jakarta dan Kawasan Manggarai
Selain Kepulauan Seribu, Stasiun Manggarai juga menjadi titik strategis dalam sistem transportasi publik Jakarta dengan rata-rata pergerakan pelanggan mencapai 162 ribu per hari. Stasiun ini menjadi pusat perpindahan berbagai layanan transportasi seperti KRL Commuter Line, Commuter Line Bandara, TransJakarta, serta rencana LRT Jakarta fase 1B yang akan memperkuat konektivitas antar moda transportasi.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa pengembangan kawasan Manggarai diarahkan untuk memudahkan perpindahan antar moda, meningkatkan efisiensi perjalanan, dan memperbaiki akses ke sekitar stasiun. Hal ini merupakan langkah awal menuju konsep Transit-Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan fungsi transportasi dan ruang publik secara optimal.
Manfaat dan Dampak Penguatan Konektivitas
Penguatan konektivitas antara kereta api, transportasi jalan, dan angkutan laut diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat, mengurangi kemacetan, serta mendukung pengembangan kawasan wisata dan ekonomi di Kepulauan Seribu. Akses yang lebih mudah juga diharapkan dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi warga kepulauan serta masyarakat Jakarta secara keseluruhan.
Dengan integrasi moda transportasi yang semakin kuat, perjalanan dari daratan Jakarta menuju Kepulauan Seribu menjadi lebih efisien dan nyaman. Hal ini membuka peluang pengembangan pariwisata dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut, sekaligus memperkuat konektivitas antar wilayah dalam wilayah DKI Jakarta.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










