Deretan Masalah Jaecoo J5 EV: Baterai Rp195 Juta hingga Recall SPKLU Roboh

Deretan Masalah Jaecoo J5 EV: Baterai Rp195 Juta hingga Recall SPKLU Roboh

Suara PecariJaecoo J5 EV tengah menjadi topik hangat di dunia otomotif Indonesia akibat berbagai masalah yang dialami kendaraan listrik ini. Salah satu isu utama adalah biaya penggantian baterai yang mencapai Rp195,5 juta, lebih dari setengah harga mobil. Selain itu, terdapat juga masalah terkait recall dan insiden SPKLU yang roboh, menambah kekhawatiran konsumen terhadap produk ini.

Jaecoo J5 EV dipasarkan di Indonesia dengan harga on the road Jakarta antara Rp279,9 juta hingga Rp337,5 juta. Mobil ini menjadi salah satu kendaraan listrik terlaris pada 2026 dengan penjualan mencapai 20.145 unit hingga Juli. Keberhasilannya didukung oleh produksi lokal yang membuatnya unggul dibanding pesaing seperti BYD Atto 1 dan Geely EX2.

Masalah Baterai yang Membebani Konsumen

Salah satu pemilik Jaecoo J5 EV melaporkan kerusakan baterai setelah penggunaan sekitar tiga minggu. Biaya penggantian baterai yang dikabarkan mencapai Rp195,5 juta menimbulkan kehebohan karena nilainya lebih dari separuh harga mobil. Insiden ini terjadi setelah kendaraan mengalami suara “pletak” dan indikator kura-kura hijau muncul yang membatasi kecepatan hingga 30 km/jam.

Pemeriksaan teknis yang dilakukan oleh Dealer Jaecoo Semarang menemukan adanya kebocoran coolant pada sistem baterai akibat insiden tersebut. Proses klaim asuransi dan perbaikan sudah berjalan dengan koordinasi antara dealer dan pelanggan. Dealer juga telah menerbitkan Surat Perintah Kerja (SPK) perbaikan pada 5 Agustus 2026 dan terus memberikan update kepada pemilik kendaraan.

Recall untuk Model Jaecoo Lain di Pasar Internasional

Selain masalah baterai pada J5 EV, Jaecoo juga menghadapi program recall untuk model J7 di Australia. Sebanyak 171 unit J7 produksi 2025-2026 ditarik untuk diperiksa karena potensi masalah pada sistem kelistrikan, khususnya kabel yang berada di bawah jok depan. Gesekan kabel dengan komponen lain berisiko menyebabkan kerusakan yang dapat mengakibatkan mesin mati mendadak atau kehilangan tenaga penggerak secara tiba-tiba, meningkatkan risiko kecelakaan.

Recall ini dilakukan secara gratis dan pemilik kendaraan yang terdampak telah dihubungi untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan di dealer resmi.

Konteks Pasar Mobil Listrik di Indonesia

Pasar mobil listrik di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan pada tahun 2026. Data GAIKINDO mencatat penjualan mobil listrik murni meningkat 80,8 persen pada semester pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jaecoo J5 EV menjadi salah satu model terlaris, mendominasi pasar bersama merek lain seperti BYD, Geely, Wuling, dan Aion.

Mobil listrik seperti J5 EV tidak hanya menarik perhatian karena harga kompetitif dan teknologi terkini, tetapi juga karena karakter SUV yang cocok digunakan di berbagai kondisi jalan di Indonesia. Ground clearance sebesar 200 mm membuat J5 EV fleksibel untuk penggunaan perkotaan maupun jalan kurang ideal.

Dampak dan Perkembangan

Masalah yang dialami Jaecoo J5 EV, terutama terkait baterai, menjadi perhatian penting bagi konsumen dan produsen. Insiden ini menyoroti pentingnya kualitas dan layanan purna jual dalam mendukung kepercayaan pasar terhadap kendaraan listrik. Sementara itu, recall untuk model J7 di Australia menunjukkan komitmen produsen dalam menangani potensi risiko keamanan secara proaktif.

Perkembangan pasar kendaraan listrik di Indonesia yang semakin pesat menuntut produsen untuk terus meningkatkan kualitas produk dan layanan. Kepercayaan konsumen menjadi kunci dalam memperkuat posisi kendaraan listrik sebagai alternatif utama di masa depan.

Meski menghadapi tantangan, Jaecoo J5 EV tetap menjadi pemain utama di segmen SUV listrik di Indonesia, dengan penjualan yang kuat dan dukungan produksi lokal. Upaya perbaikan dan penanganan masalah secara transparan diharapkan dapat menjaga kepercayaan konsumen dan memperkuat posisi Jaecoo di pasar otomotif nasional.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *