Istana Pastikan Prabowo Bakal Tinjau Gempa NTT Dalam Waktu Dekat
Suara Pecari – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dipastikan oleh Istana akan melakukan kunjungan untuk meninjau langsung penanganan dampak gempa yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Kunjungan ini direncanakan akan dilakukan dalam waktu dekat sebagai bagian dari respons pemerintah terhadap bencana tersebut.
Persiapan Kunjungan Presiden Prabowo
Menteri Sekretariat Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa kunjungan Presiden Prabowo sedang dipersiapkan dan akan segera terlaksana. Namun, waktu pasti kunjungan tersebut belum dapat dirinci lebih lanjut.
Penanganan Bencana Gempa NTT
Gempa bumi dengan magnitudo 7,7 yang terjadi di NTT telah menyebabkan kerusakan dan korban jiwa. Per data terakhir pada 21 Agustus 2026, tercatat 85 orang meninggal dunia, dengan korban luka ringan hingga sedang sebanyak 792 orang dan luka berat sebanyak 256 orang. Korban tersebar di beberapa wilayah termasuk Manggarai Timur, Manggarai, Nagekeo, Sikka, Ngada, Ende, dan Manggarai Barat.
Distribusi Korban Meninggal Dunia
- Manggarai Timur: 30 orang
- Manggarai: 31 orang
- Nagekeo: 13 orang
- Sikka: 6 orang
- Ngada: 2 orang
- Ende: 2 orang
- Manggarai Barat: 1 orang
Peran Wakil Presiden dan Kunjungan Presiden di Lokasi Bencana Lain
Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah turun langsung ke lokasi gempa di NTT untuk bertemu dan memberikan dukungan kepada para korban. Sementara itu, Presiden Prabowo baru-baru ini meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat pada 22 Agustus 2026, sebagai bagian dari perhatian pemerintah terhadap berbagai bencana nasional.
Signifikansi Kunjungan Presiden
Kunjungan Presiden Prabowo ke NTT diharapkan dapat memperkuat koordinasi penanganan bencana, memberikan semangat kepada korban, serta memastikan bantuan dan pemulihan berjalan efektif. Respons cepat pemerintah sangat penting untuk meminimalisasi dampak lanjutan dari bencana alam tersebut.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









