BNPB Sebut Total Luas Karhutla di Indonesia 72.798 Hektare
Suara Pecari – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia hingga 23 Agustus 2026 mencapai 72.798 hektare.
Fakta Utama Luas Karhutla di Indonesia
Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan luas karhutla terbesar, yakni mencapai 38.310 hektare. Berikut rincian luas karhutla di beberapa provinsi:
- Kalimantan Barat: 38.310,89 hektare
- Riau: 16.249,24 hektare
- Kalimantan Selatan: 8.019,62 hektare
- Kalimantan Tengah: 7.634,46 hektare
- Sumatra Selatan: 1.926,23 hektare
- Jambi: 658,29 hektare
Total luas karhutla di seluruh wilayah tersebut mencapai 72.798,73 hektare.
Upaya Penanggulangan dan Kendala di Lapangan
BNPB mengerahkan ribuan petugas untuk memadamkan api, terutama di Kalimantan Barat yang menjadi wilayah terdampak terbesar dengan 10.010 personel dikerahkan. Namun, petugas di lapangan menghadapi kendala utama berupa kekeringan berkepanjangan dan kesulitan memperoleh air untuk pemadaman, terutama di Kalimantan Selatan.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa kebutuhan sumur dan normalisasi kanal sangat penting untuk membantu pemadaman api. Ia juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan seperti Kalimantan dan Sumatera, untuk segera melaporkan titik api atau kebakaran kepada petugas atau pemerintah daerah setempat.
Peran Masyarakat dalam Penanganan Karhutla
Informasi cepat dari masyarakat dianggap sangat menentukan efektivitas penanganan karhutla. Respons yang cepat dari seluruh unsur terkait menjadi kunci untuk mencegah meluasnya api, sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap masyarakat, lingkungan, dan aktivitas ekonomi.
BNPB terus mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan pelaporan dini agar upaya pemadaman dapat segera dilakukan sebelum kebakaran semakin meluas dan memperburuk kualitas udara.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









