Kemhan AS Rilis Kontrak Jet Tempur F-15 Dengan Boeing, Indonesia Masuk Skema FMS

Kemhan AS Rilis Kontrak Jet Tempur F-15 Dengan Boeing, Indonesia Masuk Skema FMS

Suara Pecari – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) secara resmi merilis kontrak besar dengan Boeing untuk program jet tempur F-15 Eagle Crest. Kontrak ini mencakup berbagai aspek seperti perawatan, peremajaan, sistem avionik, hingga produksi armada jet tempur F-15 yang menjadi andalan Angkatan Udara AS.

Nilai Kontrak dan Skema Foreign Military Sales (FMS)

Nilai kontrak tersebut mencapai USD 131,23 miliar atau lebih dari Rp 2.000 triliun. Dalam rilis resmi Departemen Perang AS, tercantum nama beberapa negara yang masuk dalam skema Foreign Military Sales (FMS), yaitu Jepang, Israel, Arab Saudi, Korea Selatan, Singapura, Indonesia, dan Polandia. Skema FMS merupakan mekanisme pemerintah AS untuk memfasilitasi penjualan alat utama sistem persenjataan (alutsista) buatan AS kepada negara lain, di mana pemerintah AS bertindak sebagai perantara dalam pengadaan.

Posisi Indonesia dalam Skema FMS

Indonesia termasuk dalam daftar negara yang masuk dalam skema FMS untuk program F-15, meski belum mengoperasikan jet tempur F-15 seperti halnya Polandia. Namun, pencantuman ini tidak berarti Indonesia telah melakukan pembelian atau pemesanan secara resmi melalui kontrak ini.

Rincian Kontrak dan Jadwal Pelaksanaan

Kontrak ini akan dikerjakan di St. Louis, Missouri, dan diperkirakan selesai pada Agustus 2037. Periode pemesanan kontrak berakhir pada 24 Agustus 2031, dengan opsi perpanjangan hingga 24 Agustus 2036. Selain produksi, kontrak juga mencakup pembangunan kemampuan pemeliharaan untuk mendukung pengoperasian serta perawatan sistem senjata F-15 Eagle.

Ketertarikan Indonesia terhadap Jet Tempur F-15EX

Pada tahun 2023, Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto menunjukkan ketertarikan lebih lanjut pada varian terbaru F-15 yakni F-15EX. Pada 21 Agustus 2023, Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan RI dan manajemen Boeing berlangsung di fasilitas Boeing St. Louis, menandai langkah maju dalam proses akuisisi jet tempur tersebut untuk Indonesia.

Indonesia berencana mendapatkan varian F-15EX yang merupakan versi paling canggih dari F-15, dengan rencana peningkatan menjadi varian khusus F-15IDN. Prabowo menyatakan bahwa pengadaan pesawat ini akan memperkuat kemampuan pertahanan negara dengan teknologi mutakhir.

Promosi dan Penjelasan Boeing mengenai F-15

Pada 16 April 2025, Boeing menggelar konferensi pers di Jakarta untuk menjelaskan kapabilitas F-15EX kepada publik dan pemangku kepentingan Indonesia. Direktur Eksekutif Pengembangan Bisnis Pesawat Tempur Boeing Defense, Space Security, Robert Novotny, menyampaikan bahwa F-15EX mampu mencapai durasi terbang hingga 20.000 jam dan telah dikembangkan selama 40 tahun.

Selain itu, biaya operasional pesawat ini diklaim cukup terjangkau, sekitar 29.000 dolar AS atau Rp 487,8 juta per jam terbang, sudah termasuk perawatan dan pemeliharaan. Boeing menekankan ketahanan dan pengembangan berkelanjutan sebagai keunggulan utama F-15EX.

Implikasi dan Perkembangan

Pencantuman Indonesia dalam skema FMS dan proses negosiasi pengadaan F-15EX menandai langkah strategis dalam modernisasi alutsista Angkatan Udara Indonesia. Jet tempur F-15EX yang canggih diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pertahanan udara nasional secara signifikan di tengah dinamika keamanan regional dan global.

Proses kontrak yang berlangsung hingga 2037 memberikan ruang bagi Indonesia untuk mempersiapkan berbagai aspek teknis maupun logistik dalam pengoperasian pesawat tersebut.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *