Zidan Tepis Isu Orang Ketiga dan Akui Kesalahan dalam Rumah Tangga dengan Raisya Bawazier
Suara Pecari, Jakarta – Muhammad Zidan membantah keras adanya isu orang ketiga dalam rumah tangganya dengan Raisya Bawazier yang berujung pada perceraian setelah delapan bulan menikah. Zidan mengaku bahwa keputusan cerai muncul setelah keduanya sepakat dan karena dirinya merasa memiliki kesalahan dalam hubungan tersebut.
Dalam sidang perceraian yang berlangsung di Pengadilan Agama Jakarta Pusat, Zidan menyatakan bahwa Raisya dalam kondisi baik dan tidak kecewa dengan keputusan mereka untuk berpisah. Ia juga mengungkapkan bahwa sudah lama mereka tidak tinggal serumah, meskipun ia tidak mengingat tanggal pastinya sejak kapan mereka mulai berpisah.
Bantahan Isu Orang Ketiga
Isu adanya Wanita Idaman Lain (WIL) yang diduga menjadi penyebab perceraian sempat muncul pasca komentar Raisya di media sosial. Namun, Zidan menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar dan harus dibuktikan terlebih dahulu. Ia menekankan bahwa hubungan mereka berakhir karena kesepakatan bersama, bukan karena kehadiran orang ketiga.
Perbedaan Kondisi Keuangan sebagai Salah Satu Faktor
Zidan juga menjelaskan bahwa perbedaan kondisi pendapatan menjadi salah satu kendala dalam rumah tangga mereka. Sebagai pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berasal dari daerah, Zidan merasa bahwa perbedaan budaya dan penghasilan turut berperan dalam dinamika rumah tangga mereka. Ia menyebut bahwa meski memberikan nafkah sekitar Rp 30 juta, perbedaan budaya pendapatan menjadi faktor yang sulit diatasi.
Kesepakatan dan Komunikasi
Menurut Zidan, keputusan untuk bercerai telah melalui proses komunikasi intens dengan Raisya dan kuasa hukumnya sebelum permohonan cerai diajukan ke pengadilan. Raisya pun tidak menunjukkan kekecewaan terhadap kesepakatan tersebut, menunjukkan bahwa keputusan ini diambil secara bersama dan dewasa.
Meskipun Raisya tidak hadir dalam sidang cerai terakhir, Zidan mengaku hal tersebut biasa dan mungkin berkaitan dengan proses pemanggilan dari pengadilan. Ia berharap proses perceraian dapat berjalan lancar sesuai aturan yang berlaku.
Situasi ini menjadi gambaran nyata bahwa perceraian tidak selalu berkaitan dengan isu perselingkuhan, melainkan bisa juga karena perbedaan yang tidak bisa diselesaikan dalam rumah tangga, termasuk masalah keuangan dan kesepakatan bersama.
Keputusan cerai Zidan dan Raisya menandai akhir dari pernikahan yang singkat namun penuh pembelajaran bagi keduanya. Semoga keduanya dapat melanjutkan kehidupan masing-masing dengan lebih baik dan damai.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










