Sri Sultan Tegaskan Pengabdian Pemuda Harus Berdampak Nyata di Awarding BBNKT 2026
Awarding BBNKT 2026 Dorong Pengabdian Pemuda yang Berdampak Nyata
Suara Pecari, Yogyakarta – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan bahwa pengabdian pemuda tidak cukup hanya diukur dari banyaknya kegiatan atau jumlah peserta, melainkan dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara Awarding Night Bulan Bakti Nasional Karang Taruna (BBNKT) 2026 yang digelar pada Jumat malam, 23 Oktober 2026, di Pendopo Agung Kedhaton Ambarrukmo, Yogyakarta.
Sri Sultan mengajak para pemuda untuk menciptakan perubahan yang terukur dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Ia menekankan bahwa keberhasilan inovasi sosial harus terlihat dari kemampuannya memperkuat kemandirian warga serta membantu mereka menentukan masa depannya sendiri.
Prinsip Pengabdian Pemuda Sesuai Tema BBNKT 2026
Acara BBNKT 2026 mengangkat tema “Bersatu, Bergerak, Berdampak” yang mencerminkan prinsip kebersamaan yang dibangun melalui kepercayaan, gerakan yang disertai tanggung jawab, serta keberhasilan yang diukur dari manfaat nyata bagi masyarakat.
Sri Sultan memberikan tiga pertanyaan penting sebagai tolok ukur inovasi sosial:
- Apakah persoalan warga benar-benar berkurang?
- Apakah warga terlibat menentukan dan menjalankan solusinya?
- Apakah manfaatnya bertahan setelah dukungan awal berakhir?
Karang Taruna dan Peran Strategis dalam Pemberdayaan Masyarakat
Memperingati perjalanan Karang Taruna selama 66 tahun, Sri Sultan menyampaikan bahwa kekuatan organisasi kepemudaan ini terletak pada kedekatan kader dengan kehidupan warga. Hal ini memungkinkan mereka mengenali persoalan nyata di lingkungan sekitar, seperti keterbatasan akses air bersih dan minimnya kesempatan kerja bagi pemuda.
Menurut Sri Sultan, pemetaan kebutuhan warga menjadi langkah awal agar program sosial tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan, tetapi berkembang menjadi pemberdayaan yang memperkuat kemandirian masyarakat.
Contoh Inovasi Sosial di Kalurahan Guwosari
Salah satu contoh nyata adalah peran Karang Taruna Dipo Ratna Muda di Kalurahan Guwosari, Kabupaten Bantul, yang mengelola mata air untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga sekaligus mendukung irigasi pertanian. Kawasan penyangganya juga dikembangkan menjadi wisata edukasi pertanian yang memberikan peluang ekonomi baru.
Sri Sultan menilai inisiatif tersebut menunjukkan bagaimana satu sumber daya lokal dapat menjawab berbagai kebutuhan sekaligus, mulai dari ketersediaan air, produktivitas pertanian, hingga peluang ekonomi bagi masyarakat.
Strategi Keberlanjutan dan Inklusi Sosial
Untuk menjaga keberlanjutan manfaat inovasi sosial, Sri Sultan menekankan pentingnya keterlibatan warga sejak tahap perumusan masalah hingga evaluasi. Ia juga menyoroti pemanfaatan teknologi tepat guna, dokumentasi praktik baik, serta pelibatan kelompok rentan seperti perempuan dan penyandang disabilitas.
Penghargaan Karya Inovasi Pemuda
Dalam acara Awarding BBNKT 2026, sejumlah karya inovasi sosial yang berdampak bagi masyarakat mendapatkan penghargaan. Hal ini menjadi bentuk apresiasi atas waktu, tenaga, dan ketekunan para pemuda yang sering kali berlangsung jauh dari perhatian publik.
Penghargaan tersebut diharapkan dapat memotivasi lebih banyak pemuda untuk terus berkontribusi secara nyata dalam pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat di wilayah DIY dan sekitarnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










