Wall Street Dibuka Menguat, Investor Mengantisipasi Laporan Big Tech dan Kebijakan The Fed

Suara Pecari – Wall Street dibuka menguat pada awal perdagangan Senin, 26 Oktober 2026, seiring dengan kesiapan investor dalam menghadapi musim laporan keuangan perusahaan teknologi besar dan keputusan penting dari Federal Reserve (The Fed) serta Bank of Japan. Penguatan ini menjadi sinyal rebound setelah tekanan kuat pada saham kecerdasan buatan (AI) pekan lalu.

Pergerakan Pasar dan Antisipasi Investor

Kontrak berjangka indeks S&P 500 naik sebesar 0,3 persen, sementara Nasdaq 100 melonjak 0,5 persen pada awal perdagangan. Di sisi lain, indeks saham Australia, SPASX 200, mengalami penurunan 0,8 persen, dan saham Asia diperkirakan akan dibuka dengan pergerakan yang beragam.

Baca juga:

Investor fokus pada laporan keuangan dari raksasa teknologi seperti Microsoft Corp., Alphabet Inc., dan Amazon.com Inc., yang akan menjadi ujian kepercayaan pasar terhadap sektor AI. Saham-saham pada sektor chip sempat mengalami penurunan panjang terakhir sejak November, sehingga pergerakan minggu ini menjadi sangat penting.

Keputusan Kebijakan Federal Reserve dan Bank Sentral Lainnya

Selain laporan keuangan, keputusan kebijakan dari The Fed dan Bank of Japan menjadi katalis utama pasar. Di tengah tekanan inflasi yang sulit ditekan, kenaikan biaya energi, dan imbal hasil obligasi global yang meningkat, bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan ini.

Nick Twidale, kepala analis pasar di AT Global Markets Sydney, menyatakan bahwa fokus pasar global kembali pada kebijakan suku bunga setelah beberapa pekan didominasi oleh isu geopolitik. The Fed dan bank sentral zona euro serta Jepang diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga, menunggu waktu yang tepat sebelum mengambil langkah selanjutnya.

Rangkaian keputusan yang dimulai pada hari Rabu di Washington kemungkinan akan menegaskan sikap hawkish dengan laju penyesuaian yang terukur. The Fed sebelumnya menaikkan suku bunga pada bulan September untuk pertama kali sejak 2023, dengan sinyal kenaikan tambahan kemungkinan terjadi pada Desember, mengingat inflasi AS masih berada pada level tinggi.

Pergerakan Mata Uang dan Kondisi Pasar Global

Dolar AS relatif stabil terhadap mata uang negara G10 setelah mengalami penurunan selama dua pekan berturut-turut. Euro menguat tipis setelah Prancis berhasil mempertahankan peringkat kreditnya dari Moody’s. Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada pasar Brasil menjelang putaran kedua pemilihan presiden antara Luiz Inácio Lula da Silva dan penantangnya Flávio Bolsonaro.

Baca juga:

Di Asia, saham Korea Selatan menjadi sorotan setelah Goldman Sachs memangkas target indeks Kospi sebesar 25 persen karena kekhawatiran meningkatnya dampak perdagangan AI.

Risiko Geopolitik dan Dampaknya

Selain faktor ekonomi dan kebijakan, risiko geopolitik juga meningkat dengan berbagai dinamika global yang mempengaruhi sentimen pasar. Hal ini turut menjadi pertimbangan investor dalam mengambil keputusan di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi dunia.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *