Keraton Yogyakarta Selidiki Penipuan Berkedok Abdi Dalem Jual Lukisan Rp 2 Juta
Suara Pecari, Yogyakarta – Keraton Yogyakarta tengah melakukan penyelidikan terkait kasus penipuan yang berkedok sebagai abdi dalem dengan modus menawarkan lukisan kepada wisatawan dengan harga hingga Rp 2 juta. Kasus ini terungkap setelah seorang wisatawan membagikan pengalamannya melalui media sosial pada akhir Oktober 2026.
Fakta Kasus Penipuan di Kawasan Keraton
<pWisatawan tersebut bercerita bahwa saat mengunjungi kawasan Keraton Yogyakarta bersama keluarga, mereka mendapati loket tiket dalam keadaan tutup. Seorang pria berbaju batik cokelat mendatangi mereka dan mengajak untuk melihat tempat pembuatan batik. Namun, lokasi yang dikunjungi ternyata adalah tempat penjualan lukisan.
Pria itu kemudian menceritakan sejarah keluarga Keraton Yogyakarta dan menawarkan lukisan dengan harga berkisar antara Rp 700 ribu hingga Rp 2 juta. Wisatawan mengaku mengalami tekanan selama proses penawaran, namun akhirnya memutuskan untuk tidak membeli karena mencurigai adanya penipuan.
Tindakan Keraton Yogyakarta
Nyi Raden Wedana Noorsundari, Carik Kawedanan Radya Kartiyasa Keraton Yogyakarta, menyatakan keprihatinannya atas kejadian ini yang dapat mengurangi citra baik pariwisata di Yogyakarta. Pihak keraton berupaya melakukan pertemuan dengan paguyuban pemandu wisata untuk membahas masalah ini secara serius.
Keraton juga belum dapat memastikan apakah pria yang melakukan penawaran lukisan tersebut benar merupakan abdi dalem atau bukan. Identitas pria tersebut sedang ditelusuri lebih lanjut oleh pihak keraton.
Imbauan untuk Wisatawan
Keraton Yogyakarta mengimbau wisatawan yang mengalami pengalaman serupa untuk melaporkan kejadian tersebut melalui situs web resmi atau akun Instagram pariwisata Keraton, seperti di website tourism.kratonjogja dan Instagram @kratonjogja.tourism.
Selain itu, keraton juga rutin mensosialisasikan tata cara berkunjung yang benar melalui berbagai kanal media sosial guna mencegah kejadian serupa di masa depan.
Konteks dan Peristiwa Serupa
Kasus penipuan dengan modus serupa pernah terjadi sebelumnya pada November 2025, yang menunjukkan perlunya kewaspadaan wisatawan saat berkunjung ke lokasi wisata bersejarah. Penipuan tersebut merugikan citra Keraton Yogyakarta sebagai destinasi budaya yang aman dan terpercaya.
Kesadaran dan Perlindungan Wisatawan
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran wisatawan terhadap modus-modus penipuan yang mungkin muncul, terutama di tempat-tempat wisata bersejarah. Perlindungan wisatawan dan reputasi Keraton Yogyakarta harus dijaga melalui koordinasi antara pihak keraton, pemandu wisata, dan pengelola pariwisata setempat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










