Diguyur Hujan Deras, Aceh Dilanda Banjir hingga Tanah Longsor

Suara Pecari, Aceh – Hujan deras yang mengguyur Aceh pada akhir pekan kemarin menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah. Bencana ini melanda Kabupaten Pidie Jaya, Banda Aceh, Aceh Utara, Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Tenggara, Simeulue, dan Gayo Lues, dengan dampak yang masih dalam pendataan oleh Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA).

Banjir dan Tanah Longsor di Berbagai Wilayah Aceh

Banjir terjadi di sejumlah kecamatan dan gampong di berbagai kabupaten. Di Banda Aceh, banjir melanda dua kecamatan mencakup tiga gampong. Aceh Utara terdampak di tiga kecamatan dan delapan gampong, sedangkan Aceh Selatan mengalami banjir di dua kecamatan dan empat gampong. Di Subulussalam, banjir bandang dan tanah longsor melanda lima kecamatan dan 18 kampung. Aceh Tenggara juga mengalami banjir di Kecamatan Bambel akibat sedimentasi di sekitar Jembatan Desa Kuning, sehingga air meluap ke jalan nasional dan permukiman warga.

Baca juga:

Di Kabupaten Pidie Jaya, hujan lebat menyebabkan Sungai Krueng Jeulanga meluap, merendam permukiman di Gampong Alue Keutapang, Kecamatan Bandar Dua. Di Simeulue, luapan sungai merendam rumah warga di Desa Suka Karya, Kecamatan Simeulue Timur, dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa sebelum surut.

Selain itu, pada Senin pagi, banjir juga menggenangi Dusun Toa di Kecamatan Blangkejeren dan Desa Badak di Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Hingga saat ini, jumlah warga dan rumah terdampak masih dalam pendataan resmi.

Kondisi Kerusakan dan Dampak Lain

Cuaca ekstrem juga menyebabkan kerusakan di beberapa daerah. Di Lhokseumawe, dua pohon tumbang menimpa satu mobil dan tiang listrik tumbang di kawasan Cunda sehingga menyebabkan pemadaman listrik. Di Bener Meriah, dua jembatan mengalami kerusakan berat dan dua rumah mengalami kerusakan sedang.

Respons Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh menggelar apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi pada Senin (26/10) di gudang BPBA, Aceh Besar. Apel diikuti oleh 145 personel dari berbagai unsur seperti TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, PMI, dan relawan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana lanjutan akibat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

Baca juga:

Situasi Terkini

Berdasarkan laporan resmi hingga saat ini, belum ada korban jiwa maupun orang hilang akibat banjir dan tanah longsor tersebut. Pemerintah dan BPBA terus memantau perkembangan dan melakukan pendataan dampak di lapangan untuk penanganan lebih lanjut.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *