Andre Rosiade Tegaskan Tol Sicincin-Bukittinggi Harus Untungkan Rakyat
Suara Pecari, Padang Pariaman – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menegaskan pembangunan Jalan Tol Sicincin-Bukittinggi harus memberi manfaat langsung kepada masyarakat serta memperhatikan perlindungan hak dan kepentingan warga sekitar. Penegasan tersebut disampaikan dalam dialog persiapan pembangunan tol yang melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, dan PT Hutama Karya pada Senin, 26 Oktober 2026, di Aula Kantor Bupati Padang Pariaman.
Dialog Persiapan Pembangunan Jalan Tol
Pembangunan jalan tol sepanjang 40,8 kilometer dengan estimasi anggaran sekitar Rp29 triliun ini dipandang sebagai peluang besar untuk kemajuan Sumatera Barat. Namun, Andre Rosiade menekankan bahwa proses pembangunannya harus dilakukan dengan transparansi dan memperhatikan berbagai aspek penting, termasuk pembebasan lahan, dampak lingkungan, akses ke lahan pertanian, serta fasilitas umum yang ada di sekitar trase.
Dalam dialog tersebut, berbagai pihak seperti pemerintah daerah, teknisi, wali nagari, ninik mamak, dan tokoh masyarakat duduk bersama untuk membahas solusi atas masalah yang mungkin muncul selama pembangunan. Andre menegaskan pentingnya penyelesaian masalah secara bersama-sama agar tidak terjadi persoalan berkepanjangan.
Kekhawatiran Masyarakat dan Pengalaman Sebelumnya
Sejumlah perwakilan masyarakat menyampaikan kekhawatiran terkait kejelasan trase jalan tol, kepastian nilai penggantian tanah, nasib lahan pertanian yang tersisa, serta potensi gangguan terhadap irigasi dan tanaman produktif di kawasan hutan. Masyarakat juga mengingat pengalaman pembangunan infrastruktur sebelumnya yang menimbulkan masalah lingkungan dan akses, seperti kerusakan kolam ikan dan gangguan akses menuju lahan pertanian.
Aspirasi tersebut menjadi bahan evaluasi penting agar persoalan yang sama tidak terulang pada pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi. Andre Rosiade meminta semua pihak belajar dari pengalaman itu dan menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh hanya fokus pada penyelesaian fisik, tetapi juga harus memperhatikan dampak sosial dan lingkungan terhadap masyarakat sekitar.
Peran Pemerintah Daerah dalam Perlindungan Masyarakat
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menambahkan bahwa keterbukaan informasi dan perlindungan kepentingan warga sangat krusial. Masyarakat harus mendapatkan penjelasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai trase tol, tahapan pembangunan, wilayah terdampak, serta mekanisme penyelesaian apabila ada tanah, bangunan, atau aset masyarakat yang terkena proyek.
Kesimpulan
Pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi merupakan proyek strategis yang dapat mendorong kemajuan daerah Sumatera Barat. Namun, keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada pelibatan masyarakat dan penyelesaian persoalan secara transparan dan adil. Komitmen bersama dari DPR, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci agar tol ini tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi rakyat sekitar.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










