Bapenda Bondowoso Gencarkan Jemput Bola PBB: Inovasi Digital dan Kolaborasi Desa Dorong PAD
Suara Pecari, Bondowoso – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bondowoso terus menggencarkan berbagai strategi untuk mempercepat pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Tidak hanya mengandalkan layanan konvensional, Bapenda kini mengoptimalkan pendekatan jemput bola ke desa-desa serta memanfaatkan sistem pembayaran digital yang memungkinkan setoran pajak langsung masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan infrastruktur dan layanan publik di Bondowoso.
Program Pelita Pajak: Jemput Bola ke Desa Setiap Pekan
Kepala Bapenda Bondowoso, Slamet Yantoko, menjelaskan bahwa pihaknya telah meluncurkan program Pelita Pajak (Pekan Layanan Pemutakhiran Pajak) yang dilaksanakan secara rutin setiap pekan. Melalui program ini, petugas Bapenda mendatangi langsung desa dan kelurahan untuk memberikan layanan pemutakhiran data pajak sekaligus menerima pembayaran PBB dari masyarakat. “Kami punya program Pelita Pajak. Setiap minggu kami turun ke desa atau kelurahan untuk memberikan layanan pemutakhiran pajak sekaligus jemput bola kepada masyarakat,” kata Slamet saat dikonfirmasi pada Senin, 6 Juli 2026.
Selain Pelita Pajak, Bapenda juga menjalankan program Sambang Kelurahan dengan menempatkan pendamping pajak di setiap kelurahan. Bahkan, petugas siap mendatangi tingkat RT apabila diminta warga untuk memberikan pelayanan perpajakan secara langsung. Pendekatan ini dinilai efektif menjangkau wajib pajak yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan akses ke kantor Bapenda.
Digitalisasi Pembayaran: Setoran Langsung ke Kas Daerah
Di sisi lain, Bapenda Bondowoso juga mengoptimalkan sistem pembayaran digital untuk mengurangi risiko keterlambatan penyetoran yang sebelumnya sering terjadi karena bergantung pada petugas pemungut. Dengan sistem digital, seluruh setoran pajak langsung masuk ke RKUD tanpa melalui perantara. “Kami berharap seluruh pembayaran langsung masuk ke rekening kas daerah sehingga tidak lagi tertahan di petugas pemungut,” tutur Slamet. Sistem ini juga memudahkan wajib pajak karena dapat melakukan pembayaran kapan saja melalui kanal digital yang disediakan, seperti mobile banking, ATM, atau gerai ritel yang bekerja sama.
Edukasi dan Kolaborasi: Kunci Keberhasilan PBB
Menurut Slamet, edukasi dan penagihan PBB bukan hanya menjadi tanggung jawab Bapenda, melainkan membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah desa, camat, tokoh masyarakat, dan warga itu sendiri. “Program PBB bukan hanya tugas Bapenda, tetapi tugas bersama. PAD yang kuat akan menjadi sumber pembiayaan pembangunan, termasuk perbaikan infrastruktur di Bondowoso,” ungkapnya. Untuk itu, Bapenda secara rutin mengadakan sosialisasi dan forum koordinasi dengan perangkat daerah serta pihak terkait guna menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi.
Pemutakhiran Data Objek Pajak: Persiapan Tahun 2027
Sebagai langkah antisipatif, Bapenda terus melakukan pemutakhiran data objek pajak. Hal ini penting untuk menyesuaikan basis data menjelang tahun 2027, terutama untuk objek pajak baru seperti kawasan perumahan, bangunan komersial, dan kapling baru yang mulai bermunculan seiring pertumbuhan ekonomi Bondowoso. Pemutakhiran data dilakukan dengan cara verifikasi lapangan dan koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta dinas terkait. Data yang akurat diharapkan dapat meningkatkan potensi penerimaan PBB sekaligus menciptakan keadilan bagi wajib pajak.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Daerah
Upaya jemput bola dan digitalisasi PBB memberikan dampak positif yang signifikan. Bagi masyarakat, kemudahan akses pembayaran dan layanan pemutakhiran data mengurangi beban administratif dan waktu yang diperlukan untuk memenuhi kewajiban perpajakan. Bagi pemerintah daerah, peningkatan kepatuhan pembayaran PBB secara langsung akan memperkuat PAD, yang pada gilirannya dapat digunakan untuk membiayai program pembangunan seperti perbaikan jalan, irigasi, fasilitas pendidikan, dan kesehatan. Selain itu, transparansi sistem digital juga meminimalkan potensi kebocoran pendapatan daerah.
Berikut adalah ringkasan program dan target Bapenda Bondowoso dalam pengelolaan PBB:
| Program | Deskripsi | Target |
|---|---|---|
| Pelita Pajak | Layanan jemput bola ke desa/kelurahan setiap pekan | Menjangkau seluruh desa/kelurahan dalam 1 tahun |
| Sambang Kelurahan | Penempatan pendamping pajak di setiap kelurahan | Meningkatkan kepatuhan wajib pajak di perkotaan |
| Digitalisasi Pembayaran | Pembayaran via kanal digital (mobile banking, ATM, ritel) | 100% setoran langsung ke RKUD |
| Pemutakhiran Data | Verifikasi dan update data objek pajak baru | Basis data siap untuk tahun 2027 |
Monitoring dan Evaluasi Berkelanjutan
Bapenda bersama pimpinan daerah akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap capaian PBB secara berkala. Evaluasi ini mencakup analisis realisasi penerimaan, tingkat kepatuhan wajib pajak, serta efektivitas program yang berjalan. Hasil evaluasi akan digunakan sebagai dasar perbaikan dan pengembangan kebijakan ke depan. Slamet menekankan bahwa komitmen dan partisipasi aktif semua pihak sangat diperlukan agar target PAD dari sektor PBB dapat tercapai secara optimal.
Dengan kombinasi layanan jemput bola yang humanis dan sistem digital yang transparan, Bondowoso optimistis dapat meningkatkan penerimaan PBB secara signifikan. Inovasi ini tidak hanya memudahkan masyarakat, tetapi juga memperkuat fondasi keuangan daerah untuk pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan. Ke depan, Bapenda berencana memperluas jangkauan layanan digital ke lebih banyak kanal dan terus melakukan sosialisasi agar seluruh wajib pajak dapat menikmati kemudahan tersebut.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










