Selisih Anggaran Proposal HUT RI Kecamatan Ilir Timur I Palembang Jadi Sorotan

Selisih Anggaran Proposal HUT RI Kecamatan Ilir Timur I Palembang Jadi Sorotan

Suara Pecari, Palembang – Proposal kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diajukan oleh Kecamatan Ilir Timur I Palembang menjadi perhatian publik setelah muncul perbedaan signifikan dalam jumlah anggaran yang tercantum.

Proposal tersebut menunjukkan dua angka berbeda, yaitu rincian anggaran sebesar Rp38,3 juta dan total kebutuhan dana sebesar Rp76,2 juta. Ketidaksesuaian ini menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana kegiatan HUT RI di wilayah tersebut.

Rincian Anggaran dan Ketidaksesuaian Dana

Dalam dokumen proposal yang beredar, panitia kegiatan mengalokasikan anggaran untuk berbagai kebutuhan, antara lain:

  • Biaya makan panitia dan peserta sebanyak 300 orang selama satu hari dengan biaya Rp25.000 per orang, total Rp7,5 juta.
  • Biaya makanan ringan (snack) untuk jumlah peserta yang sama, Rp15.000 per orang dengan total Rp4,5 juta.
  • Pengadaan baju panitia sebanyak 150 unit dengan harga Rp80.000 per unit, total Rp12 juta.
  • Bahan dan alat masak sebanyak 12 paket dengan harga Rp500.000 per paket, total Rp6 juta.
  • Belanja tambahan seperti tali tambang, karung, helm, spons, kerupuk, balon, make-up, pipet, karet gelang, tali rafia, bendera, dan umbul-umbul yang belum dirinci secara detail dalam angka.

Meski rincian tersebut menjumlahkan sekitar Rp38,3 juta, proposal di bagian akhir menyebutkan kebutuhan dana sebesar Rp76,2 juta, hampir dua kali lipat dari jumlah rincian yang tertera.

Tanggapan Pemerintah dan Pengamat

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menanggapi isu tersebut dengan serius dan telah memerintahkan Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan terkait proposal dan penggunaan dana tersebut. Ia menegaskan agar seluruh aparatur pemerintah kota menghindari pembebanan biaya kepada masyarakat dalam kegiatan resmi, khususnya peringatan HUT RI.

Selain itu, pengamat politik Ade Indra Chaniago menilai anggaran yang diajukan dalam proposal tersebut tidak wajar dan merekomendasikan agar Camat Ilir Timur I, Purba Sanjaya, beserta Sekretaris Camat dinonaktifkan sementara selama proses pemeriksaan berlangsung.

Kontroversi dan Harapan Transparansi

Proposal yang ditandatangani oleh Camat Ilir Timur I Palembang dan Ketua Panitia Rosmala Dewi pada Agustus 2026 ini juga mencantumkan harapan untuk mendapatkan partisipasi dan kerja sama dari masyarakat. Namun, munculnya angka yang berbeda dan besarnya anggaran menimbulkan kekhawatiran akan potensi pungutan liar atau penggunaan dana yang tidak transparan.

Inspektorat saat ini tengah menindaklanjuti hal tersebut untuk memastikan bahwa kegiatan peringatan HUT RI di Palembang berjalan dengan baik, akuntabel, dan tidak membebani masyarakat.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan dana publik yang transparan dan akuntabel, terutama dalam kegiatan yang menyangkut kepentingan dan partisipasi masyarakat luas.

Sampai saat ini, Camat Ilir Timur I Palembang Purba Sanjaya belum memberikan keterangan resmi terkait polemik anggaran tersebut.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *