Seanna Gyove Inara, Hidupkan Dongeng Asal-usul Ngarai Sianok
Suara Pecari, Bukittinggi, 9 Juli 2026 – Suasana studio Radio Pro 2 RRI Bukittinggi berubah magis ketika seorang gadis kecil mulai bertutur. Bukan sekadar membacakan cerita, Seanna Gyove Inara, siswi kelas 5 SD yang akrab disapa Sean, menghidupkan kembali dongeng Asal-usul Ngarai Sianok dengan penghayatan yang membuat pendengar hanyut dalam alur kisah. Di tengah gempuran konten digital instan, penampilan Sean membuktikan bahwa dongeng lisan masih memiliki kekuatan untuk merawat ingatan kolektif dan menanamkan nilai-nilai luhur pada generasi muda.
Kisah di Balik Ngarai Sianok: Versi Berbeda dari Mitos Populer
Dongeng yang dibawakan Sean bukanlah mitos naga yang umum dikenal masyarakat. Karya Ivan Sibro ini sengaja menggubah cerita alternatif tentang asal-usul Ngarai Sianok, dengan fokus pada konflik keluarga. Sean mengisahkan dua bersaudara, Mualim si Sulung dan Cahayo si Bungsu, yang bertengkar hebat memperebutkan uang hasil panen hingga beradu kesaktian. Orang tua mereka yang dirundung kesedihan mendalam akhirnya mengangkat tangan ke langit, berdoa memohon agar Sang Pencipta memisahkan anak-anak mereka. Klimaksnya, bumi Bukittinggi berguncang hebat menjelang subuh, tanah bergeser membentuk jurang dalam yang kini dikenal sebagai Ngarai Sianok. Rumah kedua orang tua runtuh ke dasar jurang, menjadi pembatas fisik agar anak-anak berhenti bertikai.
Perjalanan Bakat Sean: Dari Juara Mendongeng hingga Ikon Kota
Penampilan memukau Sean bukanlah hasil instan. Di bawah binaan Sanggar Seni Sibro, bakatnya terus diasah. Berikut adalah capaian gemilang Sean:
| Prestasi | Tahun |
|---|---|
| Juara 1 Lomba Mendongeng Kisah Nabi tingkat Regional Sumatra | 2022 (saat kelas 1 SD) |
| Ikon Buyung Upia Kota Bukittinggi | 2025 |
| Pemeran Rohana Kudus kecil (produksi TVRI) | 2023 |
| Juara 1 Lomba Bertutur 100 Tahun Jam Gadang | 2025 |
| Atlet renang nomor 100 meter | Aktif |
Tidak hanya piawai dalam seni bertutur, Sean juga seorang atlet renang dan telah dipercaya memerankan tokoh pahlawan nasional Rohana Kudus. Multitalenta ini menjadi contoh nyata bagaimana anak muda bisa unggul di berbagai bidang.
Dampak dan Implikasi: Dongeng Lisan di Era Digital
Penampilan Sean di RRI Bukittinggi bukan sekadar hiburan. Di era ketika anak-anak lebih akrab dengan gawai dan konten singkat, dongeng lisan menjadi medium yang efektif untuk:
- Merawat ingatan kolektif: Cerita rakyat seperti Asal-usul Ngarai Sianok menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal yang perlu diwariskan.
- Melestarikan kebudayaan: Tradisi bertutur (randai, kaba) adalah bagian dari identitas Minangkabau yang mulai tergerus.
- Menanamkan moralitas: Melalui dongeng, pesan tentang akibat pertengkaran dan pentingnya kerukunan tersampaikan secara alami.
Keberhasilan Sean dan Sanggar Seni Sibro menunjukkan bahwa dengan pembinaan yang tepat, minat anak terhadap seni tradisional masih bisa tumbuh. Ini menjadi model bagi sanggar seni lain di Indonesia untuk mengembangkan program serupa.
Kronologi Peristiwa: Dari Talkshow hingga Viral
Berikut kronologi penampilan Sean yang menjadi sorotan:
- Sesi Talkshow: Sean diundang dalam acara Pro 2 RRI Bukittinggi untuk mendemonstrasikan kemampuan bertuturnya.
- Pembawaan Dongeng: Dengan intonasi matang, mimik ekspresif, dan penghayatan karakter, Sean membawakan cerita Asal-usul Ngarai Sianok selama kurang lebih 15 menit.
- Reaksi Pendengar: Suasana studio hening; beberapa pendengar yang hadir langsung terharu. Rekaman penampilan Sean kemudian diunggah ke media sosial dan menjadi viral.
- Pujian dari Berbagai Pihak: Tokoh budaya dan pendidikan memuji inisiatif ini sebagai langkah konkret melestarikan tradisi lisan.
Penutup Naratif
Di balik suara merdu Sean yang membawakan dongeng, tersimpan harapan besar bagi masa depan kebudayaan Minangkabau. Ngarai Sianok bukan hanya jurang indah yang memisahkan dua bukit, tetapi juga simbol pemisah antara pertengkaran dan kedamaian. Melalui tuturan Sean, kita diingatkan bahwa di setiap celah bumi tersimpan cerita, dan di setiap cerita ada pelajaran. Semoga semakin banyak anak muda seperti Sean yang berani menghidupkan kembali dongeng-dongeng Nusantara, agar warisan leluhur tak lekang oleh zaman.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










