Dari ‘Love for You’ hingga ‘Never Ending Summer’: Tren ‘Pseudo-Sibling Romance’ Mendominasi Drama China

Dari 'Love for You' hingga 'Never Ending Summer': Tren 'Pseudo-Sibling Romance' Mendominasi Drama China

Suara Pecari, Fenomena baru tengah mewarnai industri drama China. Alih-alih kisah cinta klasik yang dibangun dari pertemuan kebetulan atau cinta segitiga, semakin banyak drama yang mengangkat hubungan rumit antara dua insan yang tumbuh bersama dalam satu atap, tanpa ikatan darah. Tren yang dikenal sebagai ‘pseudo-sibling romance’ ini berhasil memikat hati penonton global, termasuk di Indonesia. Kata kunci mu menjadi pusat perhatian dalam artikel ini, karena drama-drama tersebut menyuguhkan dinamika emosional yang kompleks dan menyentuh.

Salah satu drama yang tengah naik daun adalah Love for You (2026) yang dibintangi Song Weilong dan Zhang Jingyi. Berlatar tahun 1990-an, drama ini mengikuti kisah Chen Yi dan Miao Jing yang dipersatukan oleh pernikahan orang tua mereka. Namun, tragedi memisahkan mereka sebelum sempat menjadi satu keluarga. Chen Yi kehilangan ayahnya, sementara ibu Miao Jing menghilang setelah perselisihan bisnis. Meski orang tua mereka tidak pernah menikah, kedua remaja ini harus saling bergantung. Ikatan yang awalnya dibangun atas dasar bertahan hidup perlahan berubah menjadi cinta. Saat dewasa, hubungan mereka diuji oleh kejahatan, penyelundupan, dan rahasia berbahaya. Drama ini diadaptasi dari novel web Ye Gou Gu Tou karya Xiu Tu Cheng dan langsung meraih sambutan hangat.

Drama lain, Speed and Love (2025) yang dibintangi Esther Yu dan He Yu, mengeksplorasi tema serupa melalui jarak dan kerinduan. Jiang Mu dan Jin Zhao tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka adalah saudara kandung hingga perceraian orang tua memisahkan mereka. Jiang Mu tinggal di China, sementara Jin Zhao dibawa ke Thailand dan tumbuh menjadi petinju bawah tanah dan pembalap jalanan. Bertahun-tahun kemudian, Jiang Mu mengetahui bahwa ia diadopsi dan bertekad menemukan Jin Zhao. Pertemuan kembali mereka di Thailand memicu hubungan yang protektif dan penuh gairah. Dengan latar balapan mobil dan ketegangan emosional, drama ini mengingatkan pada waralaba Culpables asal Spanyol.

Never-Ending Summer (2026) yang dibintangi Bao Shangen dan Zhou Keyu mengambil pendekatan yang lebih emosional. Zhou Wan adalah seorang siswa brilian yang berusaha menyelamatkan neneknya, sementara Lu Xi Xiao adalah remaja kaya yang terluka akibat bunuh diri ibunya dan pengkhianatan ayahnya. Dunia mereka bertabrakan saat ayah Lu Xi Xiao menjalin hubungan dengan ibu kandung Zhou Wan yang telah lama meninggalkan keluarganya. Zhou Wan menjadi tutor Lu Xi Xiao dengan motif tersembunyi, namun perasaan tulus mulai tumbuh. Ketika kebenaran terungkap, hubungan mereka hancur. Sepuluh tahun kemudian, mereka dipertemukan kembali dan harus bekerja sama mengungkap kecelakaan pabrik puluhan tahun lalu yang menghubungkan kedua keluarga mereka.

Drama Dazzling (2026) yang dibintangi Guan Xiaotong dan Li Yunrui juga mengeksplorasi dinamika serupa. Setelah keluarganya mengalami kebangkrutan, Qing Ye kembali ke kampung halamannya dan bertemu Xing Wu, seorang remaja baik hati yang harus merawat neneknya yang sakit. Qing Ye membantu Xing Wu belajar, dan keduanya perlahan menjadi tempat berlindung satu sama lain. Namun, hubungan mereka rumit karena ibu Xing Wu dibesarkan oleh keluarga Qing Ye, sehingga mereka dianggap sebagai ‘sepupu angkat’ meski tidak memiliki hubungan darah. Drama ini menggunakan dinamika halus untuk menciptakan kisah cinta yang lambat namun tetap dalam batas sensor tanpa kehilangan daya tarik emosionalnya.

Tren ini sebenarnya bukan hal baru. Go Ahead (2020) yang juga dibintangi Song Weilong dianggap sebagai salah satu drama pertama yang memperkenalkan hubungan ‘hampir saudara kandung’ ke khalayak global. Drama ini berpusat pada tiga anak dari keluarga berantakan yang dibesarkan bersama oleh dua ayah tunggal. Ikatan keluarga yang kuat perlahan berubah menjadi perasaan yang lebih dalam saat mereka dewasa. Di luar China, waralaba Culpables dari Prime Video dan serial Amerika The Fosters juga sukses mengangkat tema serupa, menunjukkan bahwa daya tarik ‘pseudo-sibling romance’ bersifat universal.

Kata kunci mu kembali muncul dalam konteks bagaimana drama-drama ini mampu menyentuh hati penonton. Penonton dibuat terhanyut oleh pertanyaan: apa yang terjadi ketika orang yang membantumu melewati masa-masa tergelap adalah orang yang seharusnya tidak kamu cintai? Inilah yang membuat tren mu begitu menarik dan kontroversial. Drama-drama ini tidak hanya menyajikan kisah cinta, tetapi juga eksplorasi trauma masa kecil, ikatan keluarga yang rumit, dan perjalanan penyembuhan.

Kesimpulannya, tren ‘pseudo-sibling romance’ di drama China mencerminkan pergeseran selera penonton yang mendambakan cerita yang lebih dalam dan emosional. Dengan menggabungkan unsur trauma, keluarga, dan cinta yang terlarang, drama-drama ini berhasil menciptakan narasi yang kuat dan menggugah. Kata kunci mu tidak hanya menjadi pusat perhatian dalam artikel ini, tetapi juga menjadi inti dari fenomena yang sedang berkembang di industri hiburan Asia.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *