IHSG Ditutup Melemah di Level 6318,5 pada 20 Mei 2026

IHSG Ditutup Melemah di Level 6318,5 pada 20 Mei 2026

Suara Pecari | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan pada penutupan sesi perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, dengan berada di level 6318,5. Penurunan ini tercatat sebesar 52,179 poin atau 0,82 persen dari posisi sebelumnya.

Pergerakan IHSG sepanjang hari terlihat fluktuatif, dimulai dengan pembukaan di level 6352,2 dan sempat mencapai titik tertinggi di 6459,5. Namun, pada akhir sesi, mayoritas saham mengalami penurunan, dengan 197 saham menguat, 495 saham melemah, dan 124 saham stagnan.

Nilai transaksi hari ini mencapai Rp21,67 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 40,35 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi lebih dari 2,4 juta kali. Tim Analis Phintraco mencatat bahwa investor masih menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang berlangsung pada hari yang sama.

Baca juga:

Para analis memperkirakan bahwa Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen. Kenaikan suku bunga ini diharapkan dapat menstabilkan nilai tukar rupiah yang belakangan ini mengalami tekanan di pasar keuangan.

Selain itu, pelaku pasar juga memperhatikan pertumbuhan kredit pada bulan April 2026 yang diprediksi mencapai 9,7 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit bulan Maret 2026 yang berada di angka 9,49 persen.

Baca juga:

Kementerian Keuangan juga melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk bulan April 2026 sekitar Rp164,4 triliun, lebih rendah dibandingkan defisit bulan Maret yang mencapai Rp240,1 triliun. Penurunan defisit ini didorong oleh surplus keseimbangan primer sebesar Rp28 triliun.

Pendapatan negara meningkat menjadi Rp918,4 triliun pada April 2026, sementara belanja negara tercatat mencapai Rp1.082,8 triliun. Meskipun demikian, pasar saham masih dibayangi tekanan jual, terutama setelah munculnya rencana pemerintah untuk mengatur ekspor komoditas melalui badan khusus yang akan dibentuk.

Baca juga:

Kebijakan ini mencakup komoditas seperti batu bara, CPO, dan mineral logam, yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor mengenai potensi pengendalian harga jual perusahaan yang terlibat.

Secara keseluruhan, IHSG ditutup di zona merah, mencerminkan ketidakpastian di pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi dan kebijakan pemerintah yang sedang dibahas.

Baca juga:

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan