IHSG Turun 3 Persen di Tengah Kenaikan Bursa Asia, OJK Berikan Penjelasan
Suara Pecari | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan sebesar 3 persen pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, meskipun mayoritas bursa saham Asia menunjukkan tren positif. Penurunan ini menarik perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang memberikan penjelasan mengenai penyebabnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa tekanan yang dialami IHSG kali ini berbeda dengan periode sebelumnya. Menurutnya, penurunan tidak lagi disebabkan oleh rebalancing indeks MSCI, melainkan oleh respons pasar terhadap berbagai perkembangan kebijakan baik global maupun domestik.
Hasan menjelaskan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi pasar adalah kebijakan pemerintah terkait ekspor komoditas strategis, yang diungkapkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam kebijakan tersebut, pemerintah mewajibkan penjualan beberapa komoditas strategis dilakukan melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, termasuk minyak sawit, batu bara, dan fero alloy.
Ia menambahkan bahwa investor merespons kebijakan ini dengan cepat, yang berdampak pada pasar dalam jangka pendek. Oleh karena itu, OJK berharap pemerintah segera memberikan penjelasan yang komprehensif kepada pelaku pasar.
“Saya kira pasti ya. Artinya itu pasti direspons secara jangka pendek,” ujar Hasan saat diwawancarai di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Ia mengharapkan pemerintah menjelaskan tahapan implementasi kebijakan tersebut secara rinci dan menyeluruh kepada masyarakat.
Hasan menekankan pentingnya kepastian informasi dalam menjaga kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan ekonomi nasional. Ia percaya bahwa transparansi dalam kebijakan sangat penting bagi keberlanjutan kegiatan usaha emiten di pasar.
Dengan adanya penjelasan yang jelas mengenai kebijakan pemerintah, diharapkan investor dapat merespons secara positif dan mengurangi ketidakpastian yang saat ini melanda pasar. Situasi ini menunjukkan bahwa komunikasi yang baik antara pemerintah dan pelaku pasar adalah kunci untuk menciptakan iklim investasi yang sehat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












