OJK Tegaskan Likuiditas Perbankan Indonesia Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian Global

OJK Tegaskan Likuiditas Perbankan Indonesia Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian Global

Suara Pecari | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa likuiditas perbankan nasional tetap dalam kondisi yang memadai meskipun terdapat tekanan dari perekonomian global. Hal ini didukung dengan rasio likuiditas yang jauh di atas ambang batas yang ditetapkan.

Pada bulan April 2026, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 86,88 persen, sedangkan rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) mencapai 111,13 persen. Rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) juga menunjukkan angka 25,39 persen, yang jauh lebih tinggi daripada ambang batas masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

OJK menilai kondisi tersebut mencerminkan fungsi intermediasi perbankan yang masih berjalan dengan baik. Selain itu, layanan transaksi valuta asing bagi masyarakat tetap terjaga dengan baik.

Di tengah gejolak geopolitik yang sedang berlangsung, OJK terus memantau dampak fluktuasi nilai tukar terhadap sektor perbankan. Penguatan dolar AS telah meningkatkan volatilitas mata uang di negara-negara berkembang.

Meskipun demikian, OJK menyatakan bahwa eksposur langsung perbankan terhadap risiko nilai tukar tetap terkendali. Ini terlihat dari rasio Posisi Devisa Neto (PDN) yang tetap di bawah batas maksimal 20 persen dari modal bank.

OJK juga mengawasi potensi tekanan inflasi yang diimpor dan inflasi biaya yang mungkin timbul akibat kenaikan harga minyak global. Fluktuasi permintaan valuta asing dianggap masih dalam batas yang wajar, dan merupakan bagian dari diversifikasi aset masyarakat.

Untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, OJK memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Kementerian Keuangan. Langkah-langkah ini dilakukan melalui kerangka Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang bertujuan untuk mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin muncul.

Kondisi likuiditas perbankan yang kuat ini diharapkan dapat mendukung perekonomian nasional dalam menghadapi ketidakpastian yang ada di tingkat global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan