Rupiah Melemah ke Rp 18.000 per Dollar AS, Apa Kata Media Asing?
Suara Pecari | Rupiah terus mengalami pelemahan hingga mencapai level terlemah Rp 18.000 per dollar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (4/6/2026) pagi. Menurut data Investing, rupiah tercatat mencapai level terlemah Rp 18.015 per dollar AS pada Kamis pagi. Sedangkan, menurut data Google Finance, rupiah sempat tembus di level Rp 18.022 per dollar AS.
Media asing seperti France 24 menyoroti rupiah yang terus mengalami pelemahan. Menurut mereka, rupiah mencapai level terlemahnya terhadap dollar AS di tengah melonjaknya biaya energi akibat konflik Timur Tengah. Penguatan dollar AS terhadap rupiah dipicu oleh tingginya permintaan dollar yang disebabkan oleh lonjakan harga minyak dan menyempitnya surplus perdagangan.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menyebut bahwa nilai tukar Rp 18.000 merupakan ambang batas psikologis bagi para pelaku pasar. Pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh tingginya biaya impor dan berdampak pada harga sejumlah barang maupun bahan baku yang masih bergantung pada pasokan luar negeri.
Bank Indonesia (BI) memastikan akan terus memantau perkembangan pasar keuangan global dan domestik. Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan bahwa bank sentral akan terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal ekonomi nasional.
Mengacu pada data Investing, dolar AS menguat sekitar 49,4 basis poin atau 0,28 persen dan berada di level Rp18.015. Sepanjang perdagangan harian, pergerakan dolar AS berada dalam rentang Rp17.937 hingga Rp18.024.
Menanggapi pelemahan rupiah yang terus berlanjut, BI memastikan akan terus memantau perkembangan pasar keuangan global dan domestik. BI akan terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal ekonomi nasional.
Media asing seperti detikJabar juga menyoroti rupiah yang terus mengalami pelemahan. Mereka menyebut bahwa level Rp18.000 merupakan salah satu batas psikologis penting dalam pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS.
Menanggapi pelemahan rupiah yang terus berlanjut, BI memastikan akan terus memantau perkembangan pasar keuangan global dan domestik. BI akan terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal ekonomi nasional.
Rupiah terus mengalami pelemahan hingga mencapai level terlemah Rp 18.000 per dollar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (4/6/2026) pagi. Menurut data Investing, rupiah tercatat mencapai level terlemah Rp 18.015 per dollar AS pada Kamis pagi. Sedangkan, menurut data Google Finance, rupiah sempat tembus di level Rp 18.022 per dollar AS.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












