MICE: Katalis Ekonomi Daerah yang Lebih dari Sekadar Wisata
Suara Pecari | Jakarta – Industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) kini menjadi salah satu sektor strategis dalam pengembangan pariwisata dan perekonomian daerah. Tak Hanya Wisata, Ini Peran MICE dalam Mendorong Ekonomi Daerah LPP RRI. Tidak hanya mendatangkan wisatawan, MICE juga mampu menggerakkan berbagai sektor usaha sekaligus menciptakan efek ekonomi yang lebih luas.
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengatakan, industri MICE memiliki nilai tambah yang besar dibandingkan wisata konvensional. Kehadiran peserta pertemuan, konvensi, maupun pameran internasional turut meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor pendukung. Menurutnya, manfaat industri MICE dapat dirasakan mulai dari sektor perhotelan hingga transportasi. Selain itu, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, jasa penyelenggara acara, hingga komunitas lokal juga memperoleh peluang ekonomi dari setiap kegiatan yang digelar.
“Industri MICE memiliki dampak ekonomi yang luas karena melibatkan banyak sektor sekaligus. Kehadiran peserta kegiatan mendorong tingkat hunian hotel, penggunaan transportasi, hingga konsumsi produk lokal,” ujar Ni Luh Puspa.
MICE merupakan singkatan dari Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions. Sektor ini mencakup penyelenggaraan rapat bisnis, perjalanan penghargaan perusahaan, konferensi, seminar, hingga pameran berskala nasional maupun internasional. Karena melibatkan peserta dengan tujuan profesional dan bisnis, pengeluaran wisatawan MICE umumnya lebih tinggi dibandingkan wisatawan biasa. Kondisi tersebut menjadikan industri MICE sebagai salah satu instrumen penting dalam meningkatkan pendapatan daerah.
Bali menjadi salah satu daerah yang dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri MICE. Keunggulan alam, budaya, serta infrastruktur pariwisata yang terus berkembang menjadi modal penting dalam menarik penyelenggaraan berbagai event internasional. Data International Congress and Convention Association (ICCA) menunjukkan Bali berada di peringkat ke-38 dunia sebagai destinasi penyelenggaraan pertemuan internasional asosiasi. Pada 2024, Bali berhasil menyelenggarakan 54 pertemuan internasional yang memenuhi kriteria ICCA, meningkat dibandingkan 34 pertemuan pada tahun sebelumnya.
Meski demikian, pengembangan industri MICE juga memerlukan dukungan berbagai aspek pendukung. Infrastruktur yang memadai, pengelolaan lingkungan, penanganan sampah, keamanan, serta kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing destinasi. Wamenpar menilai pengembangan MICE tidak hanya berfokus pada jumlah kegiatan yang diselenggarakan. Lebih dari itu, setiap kegiatan harus mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
“Event saat ini tidak hanya dinilai dari jumlah peserta atau besarnya kegiatan. Aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan event yang berkualitas dan berkelanjutan,” katanya.
Dengan kontribusinya terhadap sektor pariwisata, perdagangan, transportasi, hingga UMKM, industri MICE dinilai mampu menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah. Karena itu, banyak destinasi di Indonesia mulai menjadikan MICE sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat. Tak Hanya Wisata, Ini Peran MICE dalam Mendorong Ekonomi Daerah LPP RRI menjadi topik yang semakin relevan di tengah upaya pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Ke depan, sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan pengembangan MICE di Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












