BI Mendadak Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5%: Langkah Cepat Jaga Rupiah dan Inflasi

BI Mendadak Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5%: Langkah Cepat Jaga Rupiah dan Inflasi

Suara Pecari | Bank Indonesia (BI) hari ini secara mengejutkan mengumumkan kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, sehingga suku bunga BI menjadi 5,5 persen. Langkah ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan yang digelar pada Selasa, 9 Juni 2026. Keputusan Bank Indonesia Mendadak Naikkan Suku Bunga Lagi Jadi 5 5 Persen LPP RRI ini merupakan respons cepat terhadap gejolak global yang terus menekan nilai tukar rupiah.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa kenaikan suku bunga ini bertujuan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah, terutama di tengah tingginya ketidakpastian akibat perang di Timur Tengah. “Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah. Utamanya dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah,” ujar Perry dalam konferensi pers.

Selain itu, kenaikan suku bunga juga bersifat pre-emptive untuk menjaga inflasi tetap dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027. Dengan demikian, Bank Indonesia Mendadak Naikkan Suku Bunga Lagi Jadi 5 5 Persen LPP RRI diharapkan dapat mengendalikan ekspektasi inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

Dalam siaran persnya, BI juga menaikkan suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility masing-masing sebesar 25 bps, menjadi 4,5 persen dan 6,25 persen. Keputusan ini diambil dalam RDG mingguan yang merupakan praktik rutin sesuai Undang-Undang, di mana setiap hari Selasa dilakukan evaluasi pelaksanaan bauran kebijakan yang telah ditetapkan dalam RDG bulanan.

Perry menambahkan bahwa sejak RDG bulanan pada 19-20 Mei 2026, nilai tukar rupiah terus melemah melebihi perkiraan. Pelemahan ini disebabkan oleh gejolak global yang berlanjut dan tingginya permintaan valuta asing di dalam negeri. “Pelemahan juga didorong oleh aliran keluar investasi portfolio asing dari Indonesia. Sehubungan dengan itu, BI memandang perlu untuk menempuh langkah-langkah lanjutan guna memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah,” jelasnya.

Kenaikan suku bunga ini juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil aset keuangan domestik, sehingga menarik minat investor asing untuk masuk ke Indonesia. “Kebijakan menaikkan kembali suku bunga juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil. Sebagai daya tarik masuknya aliran masuk investasi portfolio asing ke Indonesia,” ujar Perry.

Langkah Bank Indonesia Mendadak Naikkan Suku Bunga Lagi Jadi 5 5 Persen LPP RRI ini mendapat sorotan dari para pelaku pasar. Sejumlah ekonom menilai bahwa keputusan ini tepat untuk meredam tekanan terhadap rupiah, namun juga berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi jika dipertahankan terlalu lama. Meski demikian, BI optimistis bahwa stabilisasi nilai tukar akan menjaga ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, BI juga menyatakan akan terus memantau perkembangan global dan domestik, serta siap mengambil langkah-langkah lanjutan jika diperlukan. Dengan kenaikan suku bunga ini, diharapkan aliran modal asing kembali masuk dan rupiah dapat menguat dalam jangka pendek. Keputusan Bank Indonesia Mendadak Naikkan Suku Bunga Lagi Jadi 5 5 Persen LPP RRI menjadi bukti keseriusan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Secara keseluruhan, langkah BI ini merupakan bagian dari strategi bauran kebijakan yang komprehensif. Selain suku bunga, BI juga akan mengoptimalkan instrumen lain seperti operasi pasar terbuka dan kebijakan makroprudensial untuk mendukung stabilitas sistem keuangan. Dengan demikian, diharapkan perekonomian Indonesia tetap tumbuh sehat dan inflasi terkendali.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan