Wako Agung Dorong Keberlanjutan Program MBG: PAD Pekanbaru Melonjak Berkat Serapan Tenaga Kerja Baru

Wako Agung Dorong Keberlanjutan Program MBG: PAD Pekanbaru Melonjak Berkat Serapan Tenaga Kerja Baru

Suara Pecari | Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyampaikan dukungan penuh agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program strategis nasional dapat terus dilanjutkan dan diperkuat. Dukungan tersebut disampaikan dalam Forum Rakernas APEKSI ke-18 yang berlangsung di Kota Medan pada Kamis (27/6). Dalam forum yang dihadiri para kepala daerah se-Indonesia itu, Agung merekomendasikan agar program MBG tetap berlanjut karena dinilai berdampak signifikan terhadap peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan perputaran ekonomi di Kota Pekanbaru.

Rekomendasi Strategis di Forum Nasional

Rakernas APEKSI ke-18 menjadi wadah strategis bagi pemerintah kota untuk memperkuat sinergi, menyelaraskan arah pembangunan, serta membahas isu-isu perkotaan seperti ketahanan pangan, perubahan iklim, transformasi digital, dan pelayanan publik. Dalam kesempatan tersebut, Wako Agung menyampaikan rekomendasi khusus terkait keberlanjutan program MBG. “Melalui Rakernas APEKSI yang ke-18 ini, kami dari Pekanbaru ingin menambahkan rekomendasi. Pekanbaru ini sering disebut pak Mendagri, kenaikan PAD-nya lebih dari Rp400 miliar. Tentu kami harus bertanggung jawab tentang itu. Kami merekomendasikan agar program nasional MBG ini harus dilanjutkan,” ujar Agung.

Dampak MBG terhadap Peningkatan SDM dan Ekonomi

Agung menjelaskan bahwa program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru. Di Pekanbaru, program ini telah merekrut banyak tenaga kerja baru yang dipekerjakan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Hal ini secara langsung meningkatkan serapan tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran. “Salah satu peningkatan PAD karena salah satunya kurangnya pengangguran. Ibu-ibu itu dulu yang pengangguran, saat ini sudah bekerja, dan mereka bisa belanja dengan sendirinya karena sudah ada gajinya. Dan itu membuat perputaran ekonomi,” terang Agung.

Data Dampak MBG di Pekanbaru

Indikator Sebelum MBG Setelah MBG
Tingkat pengangguran Tinggi Menurun signifikan
Serapan tenaga kerja (SPPG) 0 Ribuan tenaga kerja baru
PAD Kota Pekanbaru Naik >Rp400 miliar
Perputaran ekonomi lokal Stagnan Meningkat pesat

Dukungan untuk Program Nasional Presiden Prabowo

Agung menegaskan bahwa Pemko Pekanbaru berharap program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini dapat dilanjutkan. Selain untuk pemenuhan gizi anak, program ini juga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Pekanbaru. “Kami berharap program ini terus berjalan karena manfaatnya sudah terasa langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.

Implikasi bagi Daerah Lain

Rekomendasi Wako Agung di forum APEKSI diharapkan dapat mendorong daerah lain untuk mengadopsi program serupa. Keberhasilan Pekanbaru dalam meningkatkan PAD sekaligus menurunkan pengangguran melalui MBG menjadi contoh konkret bahwa program sosial dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi. Para kepala daerah yang hadir pun menyambut positif rekomendasi tersebut dan berencana mengimplementasikannya di wilayah masing-masing.

Kronologi Acara

  • 26 Juni 2026: Pembukaan Rakernas APEKSI ke-18 di Medan.
  • 27 Juni 2026: Sesi diskusi panel dan penyampaian rekomendasi oleh Wali Kota Pekanbaru.
  • 28 Juni 2026: Penutupan rakernas dan penyusunan rekomendasi akhir APEKSI.

Dampak Lebih Luas Program MBG

Program MBG tidak hanya berdampak pada aspek gizi dan ekonomi, tetapi juga pada sektor pendidikan dan kesehatan. Anak-anak yang mendapatkan asupan bergizi cenderung memiliki konsentrasi belajar lebih baik, sehingga prestasi akademik meningkat. Di sisi lain, ibu-ibu yang sebelumnya menganggur kini memiliki penghasilan tetap, sehingga kesejahteraan keluarga meningkat. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) khususnya poin 2 (Zero Hunger) dan poin 8 (Decent Work and Economic Growth).

Penutup

Rekomendasi Wako Agung di forum APEKSI menjadi angin segar bagi keberlanjutan program MBG. Dengan bukti nyata peningkatan PAD dan penurunan pengangguran di Pekanbaru, program ini layak menjadi model bagi daerah lain. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa investasi pada gizi anak bukan hanya tanggung jawab moral, tetapi juga strategi ekonomi yang cerdas. Semoga rekomendasi ini mendapat sambutan positif dari pemerintah pusat dan daerah, sehingga program MBG dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan