IHSG Melonjak, Saham PT Bumi Resources Tbk dan Emiten Konglomerat Jadi Primadona Investor

IHSG Melonjak, Saham PT Bumi Resources Tbk dan Emiten Konglomerat Jadi Primadona Investor

Suara Pecari, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melesat 1,74% ke level 6.340 pada perdagangan Selasa (21/7/2026), didorong oleh aksi beli investor asing dan aksi borong saham-saham konglomerat. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi salah satu yang paling diburu, dengan nilai transaksi mencapai Rp963,74 miliar dan volume perdagangan 5,81 miliar saham. Harga saham BUMI ditutup di Rp168, naik 5,66% dari hari sebelumnya.

Kenaikan IHSG tidak terlepas dari aliran dana asing yang deras. Data CGS International Sekuritas mencatat investor asing membukukan net buy sebesar Rp220,14 miliar pada sesi I, meski secara volume masih terjadi net sell. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi yang paling banyak dikoleksi asing, disusul PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Sementara itu, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga masuk dalam jajaran saham yang banyak diperdagangkan, menunjukkan minat tinggi terhadap emiten tambang batu bara ini.

Penguatan IHSG juga didorong oleh reli saham-saham konglomerat. Grup Prajogo Pangestu menjadi motor utama, dengan PT Petrosea Tbk (PTRO) naik 8,50%, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 9,70%, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik 6,13%. Di kubu Grup Bakrie, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melonjak 10,55%, sementara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turut menguat signifikan. Sebelumnya, analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova telah merekomendasikan saham BUMI bersama AMRT dan JSMR seiring proyeksi IHSG naik awal pekan. BNI Sekuritas juga merekomendasikan speculative buy untuk saham BUMI pada kisaran Rp147-Rp149.

Secara sektoral, sektor energi menjadi yang paling cemerlang dengan kenaikan 3,48%. Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melejit 10,55%, diikuti oleh emiten lain seperti PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang naik 7,83%. Total nilai transaksi bursa hari ini mencapai Rp21,50 triliun dengan volume 51,06 miliar saham dan kapitalisasi pasar IHSG sebesar Rp11.069 triliun. Dari 11 sektor, 10 di antaranya menguat, menandakan optimisme pasar yang meluas.

Di tengah euforia, investor asing tercatat melepas saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dengan jual bersih 538,05 juta saham, serta PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Namun, aksi beli asing pada saham-saham seperti DSSA dan TPIA mampu menopang kenaikan IHSG. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sendiri tidak masuk dalam daftar jual bersih asing, menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek emiten batu bara ini.

Kinerja positif IHSG juga didukung oleh bursa Asia yang mayoritas menguat. Shanghai Composite naik 1,79%, Nikkei terangkat 3,26%, dan Straits Times naik 0,59%. Hanya Hang Seng yang turun tipis. Dengan sentimen positif dari dalam dan luar negeri, IHSG diproyeksikan masih berpeluang melanjutkan kenaikan, meski potensi koreksi teknikal tetap perlu diwaspadai.

Secara keseluruhan, perdagangan saham pada 21 Juli 2026 menunjukkan optimisme investor terhadap pasar modal Indonesia. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi salah satu pilihan utama, seiring dengan penguatan sektor energi dan aksi beli asing. Investor disarankan untuk terus memantau pergerakan IHSG dan mencermati rekomendasi analis dalam mengambil keputusan investasi.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *