Takut dengan Ancaman Erdogan, Anggota Parlemen Israel Cap Turki Sebagai Negara Musuh

Takut dengan Ancaman Erdogan, Anggota Parlemen Israel Cap Turki Sebagai Negara Musuh

Suara Pecari | Takut dengan Ancaman Erdogan, Anggota Parlemen Israel Cap Turki Sebagai Negara Musuh. Pernyataan keras itu disampaikan oleh anggota Knesset dari Partai Likud, Ariel Kellner, dalam wawancara dengan radio Galei Israel pada Kamis (11/6/2026). Kellner menegaskan bahwa Turki adalah musuh negara dan menyebut Presiden Recep Tayyip Erdogan sebagai diktator yang berbahaya.

“Turki adalah negara musuh dalam segala hal dan Erdogan adalah diktator yang ingin mengembalikan kekhalifahan Islam. Dia adalah orang yang berbahaya yang sangat membenci Israel,” ujar Kellner, seperti dikutip Middle East Eye. Seruan serupa sebelumnya juga disampaikan oleh Menteri Budaya dan Olahraga Israel, Miki Zohar, yang pada Mei lalu mengatakan bahwa Turki harus diperlakukan sebagai negara musuh. “Jika Turki memilih jalan untuk berperang dengan kami, tak bisa diragukan lagi mereka akan membayar harga mahal. Israel tahu cara mempertahankan diri,” kata Zohar.

Ketegangan antara Israel dan Turki semakin memanas setelah Erdogan menyatakan bahwa serangan militer Israel terhadap Suriah dan Lebanon telah mencapai titik yang mengancam keamanan Turki. Dalam pidatonya di hadapan anggota Partai AK di parlemen pada Rabu (10/6/2026), Erdogan menegaskan bahwa agresi Israel tidak hanya mengancam Turki, tetapi juga seluruh dunia. “Serangan oleh Netanyahu dan jaringan pembunuhannya terhadap Lebanon dan Suriah telah membawa masalah ini ke titik di mana hal itu juga mengancam Turki,” kata Erdogan, seperti dilaporkan Reuters. Ia menambahkan bahwa keamanan Turki terkait erat dengan keamanan Suriah dan Lebanon.

Erdogan juga menuduh Israel memimpin upaya licik untuk menggoyahkan negara-negara Afrika dan Mediterania dengan menyulut api perselisihan, termasuk di Siprus yang terpecah secara etnis. “Entitas kecil ini, yang ambisinya jauh melebihi ukuran mereka, telah menaiki perahu kejahatan Israel, mengambil peran sebagai subkontraktor Zionis, dan mengejar impian di Mediterania Timur,” ujar Erdogan. Ia memperingatkan bahwa jika hak-hak Turki dan Siprus Turki dilanggar di Mediterania Timur, respons Ankara akan sangat jelas dan sangat kuat.

Takut dengan Ancaman Erdogan, Anggota Parlemen Israel Cap Turki Sebagai Negara Musuh juga mencerminkan kekhawatiran Israel atas retorika keras Erdogan yang terus mengkritik kebijakan Israel di kawasan. Erdogan sebelumnya telah menghentikan semua perdagangan dengan Israel dan menyerukan tindakan di pengadilan internasional. Ia juga mendesak negara-negara dunia untuk mengambil sikap lebih jelas terhadap Israel, dengan mengatakan bahwa Israel semakin berani karena diamnya komunitas internasional.

Dalam pidatonya, Erdogan menekankan bahwa menarik Israel kembali ke dalam batas-batas supremasi hukum telah menjadi tugas bersama tidak hanya bagi negara-negara tertentu, tetapi juga bagi seluruh umat manusia. “Israel harus dihentikan, ini adalah tugas kemanusiaan,” tegasnya. Pernyataan Erdogan ini memicu reaksi keras dari parlemen Israel, yang kemudian melabeli Turki sebagai musuh negara.

Takut dengan Ancaman Erdogan, Anggota Parlemen Israel Cap Turki Sebagai Negara Musuh menunjukkan eskalasi ketegangan diplomatik antara kedua negara. Israel dan Turki, yang dulunya memiliki hubungan diplomatik yang relatif stabil, kini berada dalam situasi saling tuduh dan ancaman. Para analis memperingatkan bahwa retorika yang semakin panas ini dapat berujung pada konflik terbuka di kawasan Timur Tengah yang sudah tidak stabil.

Kesimpulannya, pernyataan anggota parlemen Israel yang menyebut Turki sebagai negara musuh merupakan respons langsung terhadap ancaman Erdogan yang menganggap Israel sebagai ancaman bagi keamanan Turki dan dunia. Ketegangan ini diperburuk oleh tindakan Israel di Suriah dan Lebanon, serta perbedaan pandangan mengenai status Yerusalem dan Palestina. Kedua negara tampaknya semakin menjauh dari solusi diplomatik, meningkatkan risiko konflik militer di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan