India Protes Keras Usai Serangan Kapal, Diplomat AS Dipanggil: Tiga Pelaut Tewas di Teluk Oman

India Protes Keras Usai Serangan Kapal, Diplomat AS Dipanggil: Tiga Pelaut Tewas di Teluk Oman

Suara Pecari | Hubungan Amerika Serikat (AS) dan India semakin memanas setelah militer AS menyerang dua kapal tanker komersial yang membawa awak India di Teluk Oman, menewaskan tiga pelaut. Pemerintah India pun memanggil diplomat AS untuk menyampaikan protes keras. Insiden ini memicu kemarahan publik dan tekanan diplomatik di New Delhi.

India protes keras usai serangan kapal, diplomat AS dipanggil untuk kedua kalinya dalam dua hari. Wakil Duta Besar AS Jason Meeks dipanggil ke Kementerian Luar Negeri India pada Jumat (12/6/2026) untuk menerima keberatan resmi atas serangan yang menargetkan kapal sipil. Kementerian menyatakan bahwa penggunaan kekuatan mematikan terhadap kapal komersial tidak dapat diterima dan mengancam keselamatan pelaut India.

Serangan pertama terjadi pada Selasa (9/6/2026) ketika Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyerang MT Settebello, kapal tanker berbendera Palau yang membawa minyak Iran. Serangan presisi tersebut memicu kebakaran di ruang mesin, menewaskan tiga awak India dan melukai lainnya. Angkatan Laut Oman berhasil menyelamatkan 21 pelaut India. Dua hari kemudian, pada Kamis (11/6/2026), pasukan AS kembali meluncurkan rudal Hellfire ke MT Jalveer, kapal berbendera Guinea-Bissau, namun seluruh 20 awak India berhasil dievakuasi.

Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar langsung menghubungi Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio untuk menyampaikan protes keras. Dalam unggahan di platform X, Jaishankar menegaskan bahwa serangan terhadap pelayaran komersial tidak dapat dibenarkan dan menuntut tindakan pencegahan agar warga sipil tidak menjadi korban. India protes keras usai serangan kapal, diplomat AS dipanggil sebagai bentuk tekanan diplomatik yang terus meningkat.

Blokade laut yang diberlakukan AS sejak pertengahan April 2026 sebagai bagian dari konflik dengan Iran telah mengganggu jalur perdagangan sipil. Sejak perang AS-Israel melawan Iran pecah pada 28 Februari 2026, setidaknya 13 warga India tewas dan satu masih hilang. India mendesak AS untuk menghentikan serangan terhadap kapal komersial dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi pelaut India yang bekerja di kawasan Teluk.

Panggilan diplomatik ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional atas eskalasi konflik. PBB dan Iran menilai tindakan AS mengancam keamanan global dan mendorong kenaikan harga energi. India protes keras usai serangan kapal, diplomat AS dipanggil sebagai bagian dari upaya New Delhi untuk menekan Washington agar mengubah kebijakan militernya.

Kesimpulannya, insiden ini memperlihatkan risiko tinggi yang dihadapi pelaut India di tengah konflik geopolitik. India terus mendesak AS untuk menghormati hukum internasional dan melindungi nyawa warga sipil. Ketegangan diplomatik antara kedua negara diperkirakan akan berlanjut jika tidak ada perubahan kebijakan dari pihak AS.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan