Tanker Armada Bayangan Dicegat, Sumber Pendanaan Rusia Terancam: Inggris Pimpin Operasi Bersejarah di Selat Inggris

Tanker Armada Bayangan Dicegat, Sumber Pendanaan Rusia Terancam: Inggris Pimpin Operasi Bersejarah di Selat Inggris

Suara Pecari | Jakarta – Dalam sebuah operasi yang menjadi sorotan dunia, tanker armada bayangan dicegat, sumber pendanaan Rusia terancam setelah militer Inggris untuk pertama kalinya memimpin langsung penyitaan kapal tanker minyak di Selat Inggris. Kapal Smyrtos, yang diduga bagian dari jaringan armada bayangan Rusia, diamankan dalam operasi enam jam yang melibatkan Komando Marinir Kerajaan, helikopter Chinook, dan kapal fregat HMS Sutherland.

Menteri Pertahanan Inggris Dan Jarvis menyatakan bahwa tanker armada bayangan dicegat, sumber pendanaan Rusia terancam karena kapal-kapal ini digunakan untuk mengangkut minyak yang telah dikenai sanksi internasional. “Rusia sangat bergantung pada armada bayangan untuk mendanai konflik di Ukraina. Pencegatan ini memberikan pukulan telak bagi perang ilegal Putin,” ujar Jarvis.

Kapal Smyrtos, yang berbendera Kamerun, berlayar dari pelabuhan Ust-Luga di Rusia menuju Port Said, Mesir. Kapal ini telah dijatuhi sanksi oleh Inggris sejak Juli 2025 dan diketahui mengganti nama serta bendera untuk menghindari deteksi. Operasi ini dilakukan koordinasi dengan Prancis dan melibatkan penurunan personel komando dari helikopter.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa tanker armada bayangan dicegat, sumber pendanaan Rusia terancam merupakan pesan tegas bagi Moskow. “Operasi sukses ini memberikan pukulan lain kepada Rusia dan mengingatkan mereka yang memicu perang Putin bahwa kami tidak akan membiarkan mereka bersembunyi,” tulis Starmer di akun X-nya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengapresiasi langkah Inggris. “Setiap kapal yang dihentikan akan memangkas kemampuan pendanaan Moskow, termasuk mengurangi serangan drone ke kota-kota Ukraina,” kata Zelenskyy. Pemerintah Inggris memperkirakan ada lebih dari 700 kapal dalam armada bayangan yang mengangkut 75 persen minyak sanksi Rusia.

Sementara itu, Uni Eropa juga memperketat sanksi dengan mengusulkan paket ke-21 yang menyasar 30 kapal tambahan, sehingga total kapal yang dikenai pembatasan mencapai lebih dari 660 unit. Rusia, melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova, mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional.

Operasi ini menandai eskalasi baru dalam upaya Barat memutus aliran dana Rusia. Dengan tanker armada bayangan dicegat, sumber pendanaan Rusia terancam, diharapkan tekanan ekonomi terhadap Moskow semakin meningkat. Kapal Smyrtos kini berada di lepas pantai selatan Inggris untuk penyelidikan lebih lanjut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan