Kontroversi Kematian Connor Murphy: Andrew Tate Tuding Ayahuasca Sebagai Penyebab Gangguan Jiwa
Suara Pecari, Kematian mendadak influencer kebugaran Connor Murphy pada 7 Juli 2026 di Thailand mengguncang dunia maya. Connor Murphy ditemukan tewas tenggelam di sebuah danau saat dilaporkan sedang syuting film dokumenter. Namun, penyebab pasti kematiannya masih menunggu hasil otopsi dan toksikologi. Di tengah duka, kontroversi muncul setelah tokoh kontroversial Andrew Tate mengklaim bahwa Connor Murphy telah menggunakan ayahuasca, sebuah ramuan psikedelik asal Amazon, yang diduga membuatnya kehilangan kewarasan.
Melalui akun X miliknya, Andrew Tate menyatakan bahwa ia sempat berbicara dengan Connor Murphy sebelum kematiannya. Menurut Tate, Connor Murphy mengalami masalah kesehatan mental setelah melakukan perjalanan ke Peru dan mengonsumsi ayahuasca. Tate menegaskan bahwa pengalaman tersebut membuat Connor Murphy ‘kehilangan akal sehatnya’ dan tidak lagi menjadi dirinya sendiri. Tate juga mengkritik orang-orang yang bepergian ke luar negeri untuk mencari pencerahan spiritual melalui zat-zat yang mengubah pikiran, dan memperingatkan bahwa pengalaman semacam itu dapat menimbulkan efek negatif jangka panjang.
Klaim Andrew Tate langsung memicu perdebatan sengit di media sosial. Banyak pengguna internet menyoroti bahwa Tate tampak keliru secara geografis, karena menyebut Peru seolah-olah bagian dari Meksiko. Selain itu, tidak ada bukti kuat yang menghubungkan langsung penggunaan ayahuasca dengan kematian Connor Murphy. Namun, pernyataan Tate tetap viral dan memicu diskusi tentang bahaya penggunaan zat psikedelik.
Menurut National Library of Medicine, ayahuasca adalah ramuan tanaman psikedelik yang berasal dari hutan hujan Amazon, terbuat dari tanaman merambat Banisteriopsis caapi dan tanaman yang mengandung DMT. Di Barat, ayahuasca sering digunakan untuk tujuan spiritual atau rekreasi, namun memiliki efek samping yang signifikan. Sebuah survei terhadap 10.000 orang menunjukkan bahwa sekitar 70% pengguna mengalami mual dan muntah. Efek lain termasuk halusinasi, peningkatan tekanan darah, detak jantung, suhu tubuh, kecemasan, kesulitan bernapas, nyeri dada, kejang, perasaan terputus, mimpi buruk, dan pikiran mengganggu. Risiko overdosis juga tinggi.
Kematian Connor Murphy menyoroti pentingnya pemahaman yang lebih baik tentang risiko penggunaan zat psikedelik. Meskipun beberapa penelitian menunjukkan potensi terapi, penyalahgunaan tanpa pengawasan medis dapat berakibat fatal. Kasus ini juga mengingatkan kita akan bahaya mencari pencerahan melalui jalan pintas kimiawi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga Connor Murphy belum memberikan pernyataan resmi mengenai klaim Andrew Tate. Polisi Thailand terus menyelidiki penyebab pasti kematian Connor Murphy, sementara dunia maya masih terbelah antara mempercayai tuduhan Tate atau menunggu fakta resmi.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










