Turki Masuk Daftar Bebas Visa Indonesia, Momen Tepat Dorong Pariwisata dan Investasi
Suara Pecari, Pemerintah Indonesia resmi menambah enam negara ke dalam daftar penerima fasilitas Bebas Visa Kunjungan (BVK), termasuk di antaranya Turki, Brasil, dan Kazakhstan. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor 10 Tahun 2026 yang mulai berlaku pada 9 Juli 2026. Langkah strategis ini diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata, investasi, dan hubungan bilateral dengan negara-negara mitra.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menegaskan bahwa penambahan daftar negara bebas visa tidak dilakukan secara sepihak. “Penambahan daftar negara ini merupakan hasil evaluasi mendalam yang mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2024 tentang Bebas Visa Kunjungan. Kami mempertimbangkan secara ketat asas timbal balik, keamanan negara, dampak terhadap sektor pariwisata, potensi ekonomi dan investasi, serta aspek-aspek strategis lain yang ditentukan oleh Presiden,” kata Agus.
Keputusan memasukkan Turki ke dalam daftar bebas visa disambut antusias oleh berbagai pihak. Turki merupakan salah satu negara dengan perekonomian terbesar di kawasan Timur Tengah dan Eropa, serta memiliki hubungan diplomatik yang erat dengan Indonesia. Dengan adanya fasilitas bebas visa, diharapkan kunjungan wisatawan asal Turki ke Indonesia meningkat signifikan, sekaligus membuka peluang investasi dan perdagangan yang lebih luas.
Selain Turki, negara lain yang masuk daftar adalah Brasil, Peru, Kazakhstan, Makau, dan Belarus. Khusus untuk Kazakhstan, Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Fadjroel Rachman, menyambut positif kebijakan ini. “Saya meyakini bebas visa ini akan mendorong pariwisata, perdagangan dan investasi antar kedua negara terkaya dan terbesar di Asia Tengah dan Asia Tenggara ini. Sebelumnya, Kazakhstan sudah lebih dulu menerbitkan bebas visa untuk warga Indonesia ke Kazakhstan,” ujar Fadjroel.
Di sisi lain, pemberitaan tentang Turki juga muncul dalam konteks yang berbeda. Pada 15 Juli, Turki memperingati Hari Demokrasi dan Persatuan Nasional untuk mengenang perjuangan rakyat menolak upaya kudeta militer pada 2016. Peringatan ini menjadi simbol persatuan dan ketahanan demokrasi Turki. Sementara itu, di kancah olahraga, bintang Arsenal asal Belgia, Leandro Trossard, resmi pindah ke klub Turki Besiktas dengan nilai transfer 17 juta poundsterling. Kepindahan ini menandai babak baru bagi pemain yang berjasa membawa Arsenal meraih gelar Liga Inggris musim lalu.
Namun, tidak semua berita tentang Turki bernada positif. Seorang warga negara Turki berinisial OSA (49) diamankan polisi di Badung, Bali, setelah melakukan aksi tabrak lari beruntun yang mengakibatkan empat orang luka-luka dan merusak sejumlah kendaraan serta bangunan. Pelaku yang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menabrak pengendara motor, mobil, toko kerajinan, dan restoran sebelum akhirnya terjebak di jalan buntu. Kapolsek Kuta Utara Kompol Ketut Sukadana menyatakan bahwa pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Secara keseluruhan, penambahan Turki dalam daftar bebas visa Indonesia merupakan langkah positif yang diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Meskipun ada insiden negatif yang melibatkan warga Turki, hal itu tidak mengurangi potensi kerja sama yang saling menguntungkan. Pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk memberikan fasilitas bebas visa secara selektif dengan tetap mengedepankan prinsip keamanan dan timbal balik.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










