Pembangunan Capai Progres 93,69 Persen, Sekolah Rakyat Kaur Siap Beroperasi
Suara Pecari, Pemerintah terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur pendidikan di daerah terpencil sebagai wujud komitmen mewujudkan pemerataan akses pendidikan berkualitas. Salah satu proyek strategis yang menjadi perhatian adalah pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Hingga 9 Juli 2026, progres fisik proyek ini telah mencapai 93,69 persen, melampaui target yang direncanakan. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Bengkulu, Mohammad Surya Wardana, melakukan pemantauan langsung ke lokasi di Desa Cucupan, Kecamatan Tetap, untuk memastikan kesiapan operasional sekolah.
Progres Pembangunan Melampaui Target
Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, pembangunan fisik Sekolah Rakyat Kaur telah mencapai 93,69 persen. Capaian ini melampaui target yang telah ditetapkan, sehingga memperkuat optimisme bahwa sekolah dapat segera beroperasi sesuai jadwal. Akselerasi pembangunan terus dilakukan untuk mengejar target pembukaan sekolah pada 14 Juli 2026. Proyek ini dikerjakan dengan pagu anggaran sebesar Rp504,8 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Berikut adalah rincian progres pembangunan berdasarkan komponen utama:
| Komponen | Progres (%) | Keterangan |
|---|---|---|
| Gedung Sekolah | 95 | Selesai finishing |
| Asrama Siswa | 92 | Tahap interior |
| Tempat Tinggal Guru | 90 | Pengecatan akhir |
| Masjid | 94 | Siap digunakan |
| Dapur dan Fasilitas Pendukung | 88 | Instalasi peralatan |
Fasilitas Lengkap untuk Pendidikan Terpadu
Sekolah Rakyat Kaur dirancang sebagai pusat pendidikan terpadu yang komprehensif. Mohammad Surya Wardana menjelaskan bahwa berbagai fasilitas utama telah berdiri, meliputi:
- Gedung sekolah dengan ruang kelas yang representatif
- Asrama siswa untuk mendukung program boarding school
- Tempat tinggal guru yang layak
- Masjid sebagai sarana ibadah dan pembentukan karakter
- Dapur dan ruang makan untuk penyediaan gizi siswa
Fasilitas-fasilitas ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung pengembangan potensi siswa secara holistik.
Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Masyarakat
Proyek pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal. Selama proses pembangunan, proyek ini telah menyerap sekitar 1.360 tenaga kerja harian, yang sebagian besar berasal dari masyarakat sekitar. Hal ini membantu mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan pendapatan warga Desa Cucupan dan sekitarnya.
Selain itu, kehadiran sekolah ini juga akan meningkatkan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Para pedagang, penyedia jasa transportasi, dan sektor informal lainnya diprediksi akan merasakan dampak positif. Dengan beroperasinya sekolah, akan ada kebutuhan akan pasokan bahan makanan, perlengkapan sekolah, dan jasa lainnya yang dapat dipenuhi oleh masyarakat lokal.
Target Penerimaan Siswa Baru
Pada Tahun Ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Kaur direncanakan mulai menerima sebanyak 270 siswa baru. Proses rekrutmen dan seleksi akan dilakukan secara transparan dengan prioritas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Kaur dan sekitarnya. Sekolah ini akan menerapkan kurikulum nasional yang diperkaya dengan pendidikan karakter dan keterampilan hidup.
Kronologi Proyek
Berikut adalah kronologi singkat pembangunan Sekolah Rakyat Kaur:
- 2024: Perencanaan dan penganggaran proyek melalui APBN.
- Awal 2025: Peletakan batu pertama dan dimulainya konstruksi.
- Juli 2026: Progres pembangunan mencapai 93,69 persen, pemantauan oleh Kanwil DJPb Bengkulu.
- 14 Juli 2026: Target operasional sekolah dan penerimaan siswa baru.
Dampak dan Implikasi
Keberadaan Sekolah Rakyat Kaur diharapkan menjadi solusi bagi permasalahan akses pendidikan di daerah terpencil. Dengan konsep boarding school, siswa tidak perlu khawatir dengan jarak tempuh yang jauh. Selain itu, sekolah ini juga diharapkan menjadi model bagi pengembangan sekolah rakyat di daerah lain di Indonesia. Dukungan APBN menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Mohammad Surya Wardana berharap operasional Sekolah Rakyat di Kabupaten Kaur dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, kehadiran fasilitas pendidikan yang didukung APBN ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pendidikan berkualitas di Provinsi Bengkulu. Dengan segala persiapan yang matang, Sekolah Rakyat Kaur siap menjadi lembaga pendidikan yang melahirkan generasi unggul dan berdaya saing.
Artikel ini telah dipublikasikan pada 15 Juli 2026. Untuk informasi lebih lanjut, pembaca dapat menghubungi Kantor Wilayah DJPb Provinsi Bengkulu.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










