Rekam Jejak Mentereng Sri Mulyani, Kini Dipercaya Pimpin Dana untuk Negara Miskin di Bank Dunia
Suara Pecari – Sri Mulyani Indrawati kembali dipercaya memegang posisi strategis di tingkat internasional setelah mengakhiri masa jabatannya sebagai Menteri Keuangan Indonesia. Bank Dunia menunjuk mantan Menteri Keuangan tersebut sebagai Ketua Independen International Development Association (IDA) Replenishment ke-22 (IDA22), lembaga pendanaan yang berfokus pada negara-negara berpendapatan rendah.
Dalam peran barunya, Sri Mulyani akan memimpin proses pengisian kembali dana IDA22 bersama Direktur Pelaksana Bank Dunia, Paschal Donohoe. Tugas ini melibatkan penggalangan dukungan kebijakan dan komitmen pendanaan dari negara-negara donor dan peminjam, guna memastikan program pembangunan berkelanjutan di negara-negara termiskin tetap berjalan hingga 2031.
Peran Strategis di Bank Dunia
International Development Association (IDA) merupakan lembaga di bawah Grup Bank Dunia yang memberikan pinjaman berbunga rendah, pinjaman tanpa bunga, dan hibah kepada negara-negara miskin. Dana yang dihimpun digunakan untuk berbagai program penting seperti pengentasan kemiskinan ekstrem, pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, serta penguatan ketahanan ekonomi.
Sejak berdiri pada 1960, IDA telah menyalurkan lebih dari 632 miliar dolar AS kepada 115 negara, dan siklus IDA22 akan menentukan pembiayaan bagi 78 negara hingga tahun 2031. Proses pengisian dana ini dilakukan setiap tiga tahun dan merupakan forum strategis untuk meninjau kebijakan serta menghimpun pendanaan baru.
Reputasi dan Pengalaman Sri Mulyani
Penunjukan Sri Mulyani sebagai Ketua Independen IDA22 menegaskan reputasinya sebagai salah satu tokoh paling berpengalaman di bidang pembiayaan pembangunan internasional. Selain pernah menjadi Menteri Keuangan perempuan pertama Indonesia, ia juga pernah menjabat sebagai Managing Director dan Chief Operating Officer Bank Dunia. Saat ini, Sri Mulyani tercatat sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025–2026 di University of Oxford dan masuk dalam daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia versi Forbes.
Dampak bagi Indonesia dan Dunia
Kepercayaan yang diberikan Bank Dunia kepada Sri Mulyani memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan ekonomi dan keuangan internasional. Penunjukan ini juga mencerminkan pengakuan atas kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam memimpin agenda pembangunan global.
Dalam masa jabatan barunya, Sri Mulyani akan mengawal proses negosiasi pendanaan IDA22 yang akan dimulai dengan Pertemuan Tinjauan Tengah Periode di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026, dan berlanjut hingga pertemuan komitmen pendanaan pada Desember 2027. Dana yang berhasil dihimpun akan sangat menentukan kemampuan IDA dalam membiayai pembangunan di negara-negara miskin selama beberapa tahun ke depan.
Dengan pengalaman dan rekam jejak yang luar biasa, Sri Mulyani diharapkan mampu menggalang dukungan internasional yang solid untuk memperkuat peran IDA dalam mengurangi kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai negara berkembang.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.



