Protes Zelenskyy, Kosovo Turunkan Bendera Ukraina di Pristina
Suara Pecari, Pristina – Kosovo menurunkan bendera besar Ukraina di Grand Hotel, Pristina, pada 9 Agustus 2026 sebagai bentuk protes terhadap penolakan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, untuk mengakui kemerdekaan Kosovo. Langkah ini diambil menyusul pernyataan Zelenskyy yang menegaskan bahwa Ukraina tidak akan mengubah sikapnya yang menghormati kedaulatan Serbia dan menolak deklarasi kemerdekaan sepihak Kosovo.
Wali Kota Pristina, Perparim Rama, menyatakan bahwa penurunan bendera Ukraina adalah respons atas sikap Ukraina yang tidak mengakui kedaulatan Kosovo. Ia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kemerdekaan dan eksistensi Kosovo sebagai negara yang telah berjuang untuk meraih hak tersebut.
Protes dan Demonstrasi di Albania
Selain penurunan bendera, sejumlah warga Albania juga menggelar demonstrasi di depan Kedutaan Besar Ukraina dan Serbia di Tirana. Mereka menyuarakan dukungan terhadap Kosovo Liberation Army (KLA) dan mengkritik keputusan Zelenskyy yang tidak mengakui kemerdekaan Kosovo. Demonstran mengungkapkan kekecewaan atas sikap Presiden Ukraina dan menyerukan pengakuan atas kedaulatan Kosovo.
Konteks Politik dan Hubungan Serbia-Ukraina
Presiden Serbia, Aleksandar Vucic, pada Sabtu (8/8/2026) menyatakan dukungannya terhadap kedaulatan penuh Ukraina, termasuk wilayah Krimea yang dianeksasi Rusia. Pernyataan ini merupakan balasan atas dukungan Ukraina terhadap integritas teritorial Serbia yang mencakup Kosovo dan Metohija. Vucic menegaskan bahwa Serbia menghormati Piagam PBB dan resolusi yang menegaskan integritas seluruh anggota PBB, termasuk Ukraina.
Sementara itu, kunjungan Zelenskyy ke Belgrade juga membahas peningkatan hubungan ekonomi antara Ukraina dan Serbia, termasuk rencana perdagangan bebas serta upaya Ukraina untuk mengamankan pasokan amunisi dari Serbia dalam menghadapi konflik dengan Rusia.
Pengakuan Internasional terhadap Kosovo
Kemerdekaan Kosovo yang diproklamasikan pada 2008 masih belum diakui secara universal. Di Uni Eropa, 22 dari 27 negara telah mengakui kedaulatan Kosovo, tetapi Slovakia, Spanyol, Siprus, Rumania, dan Yunani belum memberikan pengakuan resmi. Ukraina termasuk di antara negara yang belum mengakui Kosovo sebagai negara merdeka, dengan alasan menghormati integritas teritorial Serbia.
Menteri Luar Negeri Kosovo, Behgjet Pacolli, mendesak Zelenskyy untuk mengubah sikap tersebut, mengingat dukungan besar Kosovo terhadap Ukraina selama perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun. Namun, Zelenskyy menegaskan bahwa posisi Ukraina tidak berubah dan tetap menghormati kedaulatan Serbia sesuai hukum internasional.
Situasi ini menimbulkan ketegangan diplomatik antara Kosovo dan Ukraina, serta memicu reaksi dari masyarakat Albania dan pendukung Kosovo di berbagai negara.
Peristiwa ini menyoroti kompleksitas hubungan internasional dan tantangan yang dihadapi negara-negara dalam mengelola isu kedaulatan dan pengakuan negara di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










