Kemlu Ungkap 5 Usul RI untuk Palestina dalam Pertemuan Menteri di Yordania

Kemlu Ungkap 5 Usul RI untuk Palestina dalam Pertemuan Menteri di Yordania

Suara Pecari – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengemukakan lima usulan konkret untuk memperkuat dukungan internasional terhadap Palestina dalam pertemuan tingkat menteri yang digelar di Amman, Yordania.

Lima Usulan Indonesia untuk Palestina

Wakil Menteri Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, menyampaikan lima langkah strategis tersebut pada pertemuan yang berlangsung pada Rabu (5/8/2026). Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menjelaskan bahwa usulan ini merupakan bagian dari sikap tegas Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

  1. Membangun strategi bersatu: Indonesia mengusulkan penyusunan strategi yang didasarkan pada persatuan komunitas internasional dalam mendukung Palestina.
  2. Menegakkan hukum internasional: Langkah ini meliputi penerapan putusan Mahkamah Internasional terkait isu Palestina.
  3. Memperluas pengakuan internasional: Mendorong lebih banyak negara mengakui kemerdekaan Palestina secara resmi.
  4. Perlindungan Masjid Al-Aqsa: Memperkuat upaya perlindungan terhadap situs suci ini sebagai bagian dari warisan budaya dan keagamaan umat Islam.
  5. Dukungan rekonstruksi Gaza dan UNRWA: Mendukung pemulihan wilayah Gaza, memperkuat persatuan Palestina, serta memberikan dukungan kepada UNRWA untuk membantu pengungsi Palestina.

Reaksi dan Komitmen Indonesia

Kelima usulan tersebut tercermin dalam pernyataan bersama yang dihasilkan dari pertemuan di Yordania. Pernyataan itu juga menegaskan penguatan institusi Palestina di Yerusalem dan menolak tindakan unilateral seperti pemindahan misi diplomatik ke Yerusalem, yang dinilai bertentangan dengan hukum internasional.

Indonesia menempatkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sebagai prioritas dalam politik luar negerinya. Pemerintah secara konsisten mendorong pengakuan kemerdekaan Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, serta menegakkan hukum internasional demi terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Timur Tengah.

Konteks Pertemuan di Yordania

Pertemuan tingkat menteri yang berlangsung di Amman ini menjadi forum penting bagi negara-negara untuk membahas isu Yerusalem dan situasi Palestina secara lebih mendalam. Indonesia memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan komitmen nasionalnya dalam mendukung kemerdekaan Palestina serta memperkuat posisi diplomasi di kancah internasional.

Dengan mengajukan lima usulan konkret, Indonesia berharap komunitas internasional dapat mengambil langkah lebih efektif dan terkoordinasi dalam mendukung hak-hak Palestina dan perdamaian di wilayah Timur Tengah.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *