Trump Mau Selidiki Dugaan Keterlibatan Arab Saudi di Tragedi 9/11
Suara Pecari – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan akan melakukan penyelidikan terhadap dugaan keterlibatan Arab Saudi dalam tragedi 9/11 setelah menerima permintaan keluarga korban. Pernyataan ini disampaikan Trump saat berada di Irlandia sebelum kembali ke AS pada September 2026.
Tragedi 9/11 yang terjadi pada 11 September 2001 merupakan serangan teroris paling mematikan dalam sejarah AS, di mana kelompok Al-Qaeda membajak empat pesawat penumpang dan menabrakkannya ke beberapa lokasi strategis, termasuk gedung kembar World Trade Center di New York dan Kantor Kementerian Pertahanan AS (Pentagon). Insiden ini menewaskan sebanyak 2.977 orang, termasuk warga negara asing.
Permintaan Keluarga Korban untuk Penyelidikan Arab Saudi
Keluarga korban 9/11 telah lama mendesak pemerintah AS untuk mengusut dugaan keterlibatan pejabat Arab Saudi dalam serangan tersebut. Dugaan ini muncul karena 15 dari 19 pembajak adalah warga Saudi, dan ada indikasi bahwa beberapa pejabat Saudi mungkin membantu aksi pembajakan. Namun, pemerintah Arab Saudi secara konsisten membantah keterlibatan apa pun.
Salah satu korban yang kehilangan anggota keluarganya, Terry Strada, menuduh Trump selama ini melindungi Arab Saudi dan menyerukan agar Presiden AS mengungkap kebenaran dan meminta Riyadh berhenti berbohong. Dukungan atas permintaan ini juga datang dari anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat yang mendorong agar dokumen terkait serangan 9/11 dibuka untuk publik.
Langkah Trump Menanggapi Permintaan Keluarga Korban
Trump mengatakan akan meninjau permintaan tersebut setelah kembali ke Amerika Serikat. Pernyataan ini menandai kemungkinan pembukaan dokumen-dokumen yang selama ini belum diungkap terkait dugaan peran Arab Saudi dalam tragedi tersebut. Hal ini penting untuk memberikan kejelasan dan keadilan bagi keluarga korban yang telah menunggu selama lebih dari dua dekade.
Konteks dan Dampak
Tragedi 9/11 tidak hanya mengguncang Amerika Serikat, tetapi juga dunia internasional, memicu perubahan besar dalam kebijakan keamanan dan diplomasi global. Dugaan keterlibatan Arab Saudi menjadi isu sensitif karena hubungan dekat antara Riyadh dan Washington, yang selama ini menjadi sekutu strategis. Penyelidikan yang transparan dapat membantu mengungkap fakta dan menegakkan keadilan, sekaligus memberikan kejelasan bagi masyarakat luas.
Selain itu, peristiwa ini bertepatan dengan peringatan tahunan 9/11 yang selalu diadakan di New York sebagai penghormatan kepada para korban. Upacara peringatan terbaru dilaksanakan pada 11 September 2026, menandai 25 tahun sejak tragedi tersebut terjadi.
Dengan adanya rencana penyelidikan lebih lanjut, publik dan keluarga korban berharap akan terungkap fakta-fakta yang selama ini masih menjadi misteri dan kontroversi, serta memastikan tidak ada pihak yang terlewat dari tanggung jawab atas tragedi tersebut.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









