Militer AS Tuding Garda Revolusi Iran Serang Kapal Supertanker dengan Rudal dan Drone
Suara Pecari – Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menegaskan bahwa kapal tanker minyak berbendera Panama, El Gaia, menjadi sasaran serangan rudal dan drone yang dilancarkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di perairan Selat Hormuz dan Oman. Pernyataan ini sekaligus membantah klaim IRGC yang menyebut kerusakan kapal tersebut akibat ranjau laut.
Serangan pertama terhadap kapal El Gaia terjadi bulan lalu menggunakan rudal yang menyebabkan kapal tersebut tidak dapat beroperasi. Selanjutnya, pada akhir pekan lalu, kapal yang dalam kondisi tidak bergerak di perairan Oman kembali diserang oleh drone. CENTCOM menyatakan bahwa kapal tanker yang mengalami kerusakan kini sedang dalam proses penarikan oleh mitra regional.
Fakta Utama Serangan Terhadap Kapal El Gaia
- Serangan pertama menggunakan rudal terjadi bulan lalu di Selat Hormuz.
- Serangan kedua menggunakan drone berlangsung saat kapal berada di lepas pantai Oman.
- Kerusakan yang dialami kapal membuatnya tidak dapat beroperasi dan membutuhkan penarikan.
- IRGC sebelumnya mengklaim kerusakan akibat ranjau laut, namun klaim ini dibantah oleh CENTCOM.
Konteks dan Dampak Serangan
Selat Hormuz merupakan jalur strategis penting bagi pengiriman minyak dunia, sehingga keamanan di kawasan ini sangat krusial bagi stabilitas pasar energi global. Serangan terhadap kapal tanker seperti El Gaia dapat menimbulkan ketegangan geopolitik dan mengganggu pasokan minyak internasional.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran selama ini sudah tinggi, terutama terkait aktivitas militer dan pengaruh di kawasan Timur Tengah. Insiden seperti ini berpotensi memperburuk hubungan kedua negara dan meningkatkan risiko konflik di wilayah tersebut.
Penegasan CENTCOM dan Bantahan Klaim IRGC
Dalam pernyataannya di platform media sosial, CENTCOM secara tegas menyatakan bahwa kerusakan pada kapal El Gaia bukan disebabkan oleh ranjau laut seperti yang diklaim IRGC, melainkan akibat serangan langsung dengan rudal dan drone. Pernyataan ini menunjukkan adanya kontradiksi antara narasi kedua pihak terkait insiden tersebut.
Penarikan kapal yang rusak juga menandakan bahwa dampak serangan cukup serius dan memerlukan penanganan dari pihak ketiga untuk memulihkan kondisi kapal.
Insiden ini menjadi perhatian penting bagi komunitas internasional terkait keamanan pelayaran dan stabilitas regional di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya.
Situasi ini masih terus dipantau oleh berbagai pihak, mengingat potensi dampaknya terhadap perdagangan minyak global dan hubungan diplomatik antarnegara di kawasan Timur Tengah.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









