Wamenkes Sarankan Imunisasi Hari Libur untuk Meningkatkan Vaksinasi Anak di Aceh
Suara Pecari | Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono mengusulkan agar layanan imunisasi dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu untuk meningkatkan cakupan vaksinasi anak di Aceh. Usulan tersebut diajukan mengingat banyak keputusan terkait imunisasi diambil oleh ayah, yang sering bekerja dan tidak berada di rumah saat keputusan diperlukan.
Dante menjelaskan bahwa ketidakhadiran ayah saat pengambilan keputusan dapat menjadi salah satu penyebab rendahnya cakupan imunisasi di Aceh. “Di Aceh ini, yang memutuskan bapaknya, bapaknya bekerja kadang-kadang yang memberi keputusan tidak ada, sehingga anaknya tidak diimunisasi,” ujarnya saat kunjungan ke Puskesmas Batoh di Banda Aceh.
Cakupan imunisasi nasional saat ini mencapai 80,2 persen, sementara target pemerintah adalah 90 persen. Namun, Dante mengungkapkan bahwa cakupan imunisasi di Aceh hanya sekitar 33 persen, berdasarkan data yang diterimanya, sehingga menjadi perhatian utama pemerintah.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal juga menyoroti tantangan besar dalam mencapai imunisasi dasar lengkap, yang baru mencapai 34 persen pada tahun ini. Dia menegaskan pentingnya perlindungan dasar bagi anak-anak dari penyakit berbahaya.
Pemerintah Kota Banda Aceh berupaya memperkuat layanan kesehatan primer melalui Puskesmas dan Posyandu untuk memudahkan akses masyarakat terhadap imunisasi. Selain itu, mereka melakukan pemetaan sasaran hingga tingkat gampong untuk memastikan data anak-anak yang belum diimunisasi akurat dan tidak ada yang terlewatkan.
Dengan adanya usulan imunisasi pada hari libur, diharapkan dapat mengatasi masalah akses dan meningkatkan partisipasi orang tua, khususnya ayah, dalam proses imunisasi anak. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan perlindungan kesehatan anak di Provinsi Aceh.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











