Pemeriksaan BPOM Temukan Ikan dan Tahu Berformalin di Tangerang Menjelang Iduladha

Pemeriksaan BPOM Temukan Ikan dan Tahu Berformalin di Tangerang Menjelang Iduladha

Suara Pecari | Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Tangerang mengungkapkan temuan mengejutkan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriyah. Dalam inspeksi di beberapa pasar, terdeteksi makanan yang mengandung formalin, yaitu zat pengawet yang berbahaya bagi kesehatan.

Kepala BPOM Tangerang, Sony Mughofir, menyatakan bahwa dari pengetesan 21 sampel makanan, tiga di antaranya positif mengandung formalin. Jenis makanan yang teridentifikasi adalah ikan asin jambal roti, ikan teri, dan tahu putih. “Makanan yang terkontaminasi tersebut terpaksa kami sita untuk mencegah penjualan lebih lanjut,” ujarnya pada Sabtu, 23 Mei 2026.

BPOM berencana untuk memberikan edukasi kepada para pedagang mengenai bahaya formalin dan mengingatkan mereka untuk tidak menjual makanan yang terkontaminasi. Sony juga menekankan pentingnya pemilihan produk yang aman, mengingat makanan tanpa lalat sering kali mengandung zat berbahaya. Masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dengan menerapkan prinsip Cek KLIK (kemasan, label, izin edar, dan kedaluarsa) saat berbelanja.

Di sisi lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, Muhdorun, menyampaikan bahwa pemerintah setempat terus memantau ketersediaan dan harga pangan menjelang Iduladha. Pemantauan ini bertujuan untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga bahan pokok di pasar tradisional dan pusat distribusi.

“Kami fokus memantau komoditas seperti daging sapi, daging ayam, telur, cabai, bawang, dan sebagainya untuk memastikan tidak ada lonjakan harga yang tidak wajar,” katanya. Masyarakat diimbau untuk berbelanja secara bijak, agar kebutuhan pangan tetap terjaga menjelang perayaan Iduladha.

Harga rata-rata beberapa komoditas pangan di pasar tradisional Kota Tangerang saat ini mencakup beras premium seharga Rp15 ribu per kilogram, daging sapi Rp147 ribu per kilogram, dan telur ayam Rp27 ribu per kilogram. Pemkot Tangerang juga berkoordinasi dengan para distributor dan pelaku usaha untuk menjaga kelancaran pasokan selama periode Iduladha.

Menjelang hari besar Iduladha, masyarakat diharapkan lebih waspada dalam memilih makanan, terutama produk yang berpotensi mengandung bahan berbahaya seperti formalin. Dengan informasi dan edukasi yang terus dilakukan, diharapkan masyarakat dapat berbelanja dengan aman dan sehat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan