Anggota Komisi IX DPR Minta BPJS Ketenagakerjaan Tidak Abaikan Standar Keselamatan Saat Pelatihan

Anggota Komisi IX DPR Minta BPJS Ketenagakerjaan Tidak Abaikan Standar Keselamatan Saat Pelatihan

Suara Pecari, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, mengingatkan BPJS Ketenagakerjaan untuk tidak mengabaikan standar keselamatan dalam pelatihan calon pegawainya, khususnya terkait penggunaan metode fire walk atau berjalan di atas bara api. Meskipun metode tersebut bertujuan membentuk karakter seperti keberanian dan daya juang, Vita menekankan bahwa prinsip dasar manajemen risiko dan budaya keselamatan harus tetap diutamakan.

Fokus pada Kualitas Pelayanan Publik

Vita mengapresiasi upaya BPJS Ketenagakerjaan dalam membangun mental calon pegawai, namun ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak diukur dari ketahanan fisik menghadapi tantangan ekstrem, melainkan dari integritas, profesionalisme, dan empati pegawai terhadap peserta jaminan sosial. Kualitas pelayanan publik menjadi tolok ukur utama, terutama dalam memastikan perlindungan bagi pekerja melalui lima program utama BPJS Ketenagakerjaan, yaitu:

  • Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
  • Jaminan Kematian (JKM)
  • Jaminan Hari Tua (JHT)
  • Jaminan Pensiun (JP)
  • Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)

Keselamatan sebagai Prioritas Utama

Sebagai penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan yang aktif mengedukasi mengenai pencegahan risiko kerja, BPJS Ketenagakerjaan dituntut menjadi contoh dalam menerapkan standar keselamatan, termasuk dalam aktivitas pelatihan pegawai. Vita menegaskan bahwa keberanian simbolis tidak boleh mengaburkan esensi pelayanan publik yang profesional dan aman.

Dukungan Komisi IX DPR terhadap Pengembangan SDM

Komisi IX DPR RI secara prinsip mendukung inovasi dalam pengembangan sumber daya manusia yang sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat terukur. Namun, setiap inovasi harus tetap mengedepankan aspek keselamatan agar tidak menimbulkan risiko yang tidak perlu.

Budaya Kerja Profesional dan Berintegritas

Vita menegaskan bahwa fondasi sebuah institusi publik yang kuat adalah budaya kerja yang profesional, berintegritas, mengutamakan keselamatan, dan konsisten dalam memberikan pelayanan terbaik. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap BPJS Ketenagakerjaan sebagai lembaga yang mengelola amanah perlindungan sosial bagi pekerja.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *