Konten TikTok 25 Juta Keluarga di Indonesia Kini Menanggung Sedikitnya 1 Lansia
Suara Pecari – Indonesia resmi memasuki fase aging population dengan proporsi penduduk lanjut usia (lansia) mencapai 11,97 persen dari total populasi. Data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 dan Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) KemendukbanggaBKKBN menunjukkan bahwa sekitar 25,17 juta keluarga atau 33,98 persen dari seluruh keluarga di Indonesia memiliki sedikitnya satu anggota lansia berusia 60 tahun ke atas.
Fakta Utama tentang Penuaan Penduduk di Indonesia
- Proporsi lansia mencapai 11,97 persen dari total penduduk.
- Jumlah lansia diperkirakan mencapai 35,5 juta orang.
- Laju pertumbuhan penduduk melambat menjadi 1,08 persen per tahun.
- Rasio ketergantungan meningkat menjadi 45,05 persen.
- Lebih dari sepertiga keluarga memiliki anggota lansia.
Fenomena Sandwich Generation dan Dampaknya
Sekretaris Utama Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendukbangga) BKKBN, Budi Setiyono, menyatakan bahwa perubahan struktur usia penduduk ini menimbulkan tantangan baru, terutama fenomena sandwich generation. Kelompok usia produktif harus menanggung beban dua generasi sekaligus, yakni anak-anak yang masih menjadi tanggungan dan orang tua yang memasuki usia lanjut.
Dampak dari kondisi ini antara lain:
- Penurunan kemampuan menabung dan investasi rumah tangga.
- Peningkatan tekanan psikologis bagi penduduk usia produktif.
- Pengaruh negatif terhadap produktivitas tenaga kerja.
Konteks dan Pentingnya Data Penuaan Penduduk
Data tersebut menunjukkan bahwa proses penuaan penduduk bukan lagi sekadar proyeksi masa depan, melainkan realitas yang harus dihadapi keluarga dan pemerintah Indonesia saat ini. Meningkatnya usia harapan hidup dan membaiknya kesehatan masyarakat menjadi pencapaian pembangunan, namun juga menuntut penguatan perlindungan sosial bagi lansia.
Selain itu, Indonesia masih berada dalam periode bonus demografi yang memerlukan pengelolaan sumber daya manusia yang tepat agar beban sosial tidak berimbas pada kesejahteraan keluarga dan produktivitas nasional.
Langkah yang Perlu Diperhatikan
Untuk menghadapi tantangan ini, beberapa langkah penting yang dapat dilakukan antara lain:
- Penguatan program perlindungan sosial dan layanan kesehatan bagi lansia.
- Peningkatan kesadaran dan dukungan bagi keluarga yang berperan sebagai sandwich generation.
- Pengembangan kebijakan yang mendukung keseimbangan beban ekonomi antar generasi.
- Peningkatan investasi dalam pendidikan dan pelatihan untuk memperkuat produktivitas usia kerja.
Perkembangan Terbaru dari Data Resmi
Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 dan hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025 menjadi sumber data resmi yang menjelaskan perubahan struktur demografi di Indonesia. Informasi ini penting bagi perencanaan kebijakan publik dan strategi pembangunan sosial ekonomi ke depan.
Dengan memasuki fase aging population, Indonesia dihadapkan pada tantangan baru dalam menjaga kesejahteraan keluarga dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










