Tetangga Ungkap Suasana ‘Berisik’ Saat Perampokan Rumah di Menteng, Polisi Bongkar Rekayasa Sadis
Suara Pecari | Jakarta – Peristiwa perampokan yang menggemparkan kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (16/6) lalu terus mengejutkan publik. Sejumlah tetangga di sekitar lokasi kejadian, Jalan Pati, mengaku sempat mendengar suara berisik namun tak menyadari itu adalah aksi kriminal. Tetangga ungkap suasana ‘berisik’ saat perampokan rumah di Menteng, namun mereka mengira itu hanya aktivitas biasa. Kini, polisi memastikan bahwa perampokan tersebut hanyalah rekayasa untuk menutupi percobaan pembunuhan.
Roni, salah satu tetangga korban, menuturkan bahwa pada siang hari kejadian, suasana di sekitar rumah korban terdengar ramai. “Iya, cuma kan nggak ngeh gitu lho. Kan kita nggak tahu kalau apa keluarga atau apa, nggak taunya mah ada kejadian itu,” kata Roni kepada wartawan, Jumat (19/6). Ia menduga pelaku masuk melalui atap rumah karena ada bagian yang pecah. Tetangga ungkap suasana ‘berisik’ saat perampokan rumah di Menteng juga diperkuat oleh informasi dari warga lain yang melihat rekaman CCTV bahwa perampokan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.
Namun, di balik laporan perampokan emas 500 gram tersebut, penyidik Polres Metro Jakarta Pusat menemukan kejanggalan. Kasat Reskrim AKBP Roby Heri Saputra mengungkapkan bahwa peristiwa itu sebenarnya adalah percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh rekan bisnis korban sendiri. “Jadi, orang yang disampaikan mencuri, berikut barang curian, maupun peristiwa pencuriannya itu, kami duga palsu. Hanya alibi untuk mengaburkan kejadian yang sesungguhnya,” ujar Roby dalam konferensi pers, Jumat (19/6).
Pelaku berinisial T, seorang komisaris perusahaan IT, tega menusuk korban MAH yang merupakan direktur utama di perusahaan yang sama sebanyak tujuh kali. Luka tusukan terdapat di leher dan punggung, ditambah luka pukulan. Motifnya adalah rasa dendam karena korban kerap mengkritik kinerja tersangka. “Motifnya sampai saat ini yang disampaikan oleh tersangka adalah memiliki rasa kesal dan dendam kepada saudara MHA karena dalam pergaulannya atau bekerja sama dengan saudara MHA dari 2020, sampai dengan saat ini pelaku dianggap lambat dalam bekerja dan suka berkata yang membuat pelaku sakit hati,” ungkap Roby.
Polisi menangkap tersangka U alias T dan masih mengembangkan penyidikan untuk kemungkinan pelaku lain. Sementara itu, korban masih dalam perawatan intensif. Tetangga ungkap suasana ‘berisik’ saat perampokan rumah di Menteng menjadi saksi bisu dari rekayasa yang nyaris merenggut nyawa. Kasus ini menjadi pengingat bahwa tidak semua laporan kriminal dapat diterima begitu saja tanpa penyelidikan mendalam.
Kesimpulannya, peristiwa yang semula dilaporkan sebagai perampokan emas 500 gram di Menteng ternyata adalah percobaan pembunuhan yang direkayasa. Polisi berhasil membongkar kebohongan tersebut dan menangkap pelaku. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan tidak mudah percaya pada informasi sepihak.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.









