Misteri Hilangnya Nadira Az-Zahra: Mahasiswi Telkom University Raib Tanpa Jejak Digital

Misteri Hilangnya Nadira Az-Zahra: Mahasiswi Telkom University Raib Tanpa Jejak Digital

Kronologi Hilangnya Nadira Az-Zahra

Suara Pecari, Nadira Az-Zahra (21), mahasiswi Fakultas Ilmu Terapan (FIT) Program Studi Sistem Informasi Kota Cerdas (SIKC) Telkom University angkatan 2025, dilaporkan hilang sejak Selasa, 30 Juni 2026. Ia terakhir kali terlihat saat berpamitan kepada orang tuanya sekitar pukul 10.00 WIB untuk berangkat ke kampus di Jalan Telekomunikasi, Terusan Buah Batu, Kota Bandung. Nadira mengenakan kemeja putih lengan panjang, celana jin hitam, kerudung krem, dan membawa tas ransel krem berisi laptop serta tablet. Ia juga membawa telepon genggam dengan nomor 62 889-7161-9064.

Pukul 10.20 WIB, Nadira sempat mengirim pesan WhatsApp kepada ibunya bahwa ia telah tiba di kampus. Namun, sekitar pukul 12.30 WIB, keluarga menerima notifikasi bahwa Nadira keluar dari seluruh grup WhatsApp yang diikutinya, termasuk grup keluarga. Upaya menghubungi nomornya gagal karena telepon tidak aktif, dan pesan hanya terkirim satu centang. Teman-teman kampus juga mengonfirmasi bahwa Nadira telah keluar dari grup percakapan mereka. Selain itu, akun media sosial Nadira tidak lagi dapat diakses, seolah-olah dihapus.

Kejanggalan dan Dugaan Awal

Paman Nadira, Budhi Purwa, mengungkapkan bahwa kejanggalan ini menjadi fokus penyelidikan. “Kami tidak tahu apakah Nadira sendiri yang keluar dari grup dan menghapus akun, atau ada pihak lain yang melakukannya. Semua informasi sudah diserahkan ke polisi,” ujarnya. Keluarga menduga ada tekanan atau paksaan, mengingat Nadira dikenal sebagai mahasiswi yang aktif dan dekat dengan keluarga. Polisi telah membentuk tim khusus yang melibatkan unit siber untuk menelusuri jejak digital Nadira.

Upaya Pencarian: Dari Ojol hingga Provider Telepon

Keluarga tidak tinggal diam. Mereka berkoordinasi dengan perusahaan ojek online (ojol) dan provider telekomunikasi untuk melacak pergerakan Nadira. Berdasarkan data, Nadira berangkat ke kampus menggunakan ojol dan sempat terekam CCTV di sekitar kampus. Namun, setelah itu tidak ada rekaman lagi yang menunjukkan keberadaannya. “Kami sudah minta bantuan provider telepon untuk melacak nomor Nadira, tapi nomor itu sudah tidak aktif. Kami juga hubungi vendor ojol langganannya, tapi belum ada titik terang,” kata Budhi.

Polisi juga memeriksa rekaman CCTV di sekitar kampus dan jalur yang biasa dilalui Nadira. Tim siber kepolisian berusaha mengakses data digital Nadira, termasuk riwayat login akun media sosial dan pesan terakhir. Hingga saat ini, belum ada petunjuk signifikan.

Informasi Keliru yang Beredar

Budhi meluruskan informasi yang beredar di media sosial bahwa Nadira telah ditemukan di rumah bibinya di Majalaya, Kabupaten Bandung. “Itu informasi yang salah. Kami menduga terjadi missed information di antara pihak yang membantu pencarian. Hingga kini Nadira belum ditemukan,” tegasnya. Ia meminta masyarakat hanya menyebarkan informasi yang telah terverifikasi dan melaporkan ke pihak berwajib jika mengetahui sesuatu.

Daftar Ciri-Ciri dan Barang Bawaan Nadira

AspekDetail
Nama LengkapNadira Az-Zahra
Usia21 tahun
Tinggi Badan165 cm
KulitSawo matang cenderung putih
RambutLurus
Pakaian TerakhirKemeja putih lengan panjang, celana jin hitam, kerudung krem
TasRansel krem berisi laptop dan tablet
Nomor Telepon62 889-7161-9064

Dampak dan Implikasi Kasus

Hilangnya Nadira tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga, tetapi juga memicu kekhawatiran di kalangan mahasiswa dan masyarakat Bandung. Kasus ini menyoroti kerentanan mahasiswa perantauan yang tinggal jauh dari keluarga. Telkom University sendiri telah mengeluarkan imbauan kepada mahasiswa untuk selalu waspada dan melaporkan keberadaan mereka secara berkala. Pihak kampus juga bekerja sama dengan polisi dalam pencarian.

Dari sisi hukum, kasus ini menjadi ujian bagi kemampuan aparat dalam menangani kasus orang hilang dengan jejak digital yang sengaja dihapus. Polisi harus mengandalkan bukti fisik dan keterangan saksi, sementara data digital yang krusial justru hilang. Hal ini menunjukkan pentingnya literasi digital dan perlindungan data pribadi bagi masyarakat.

Peran Masyarakat dalam Pencarian

Keluarga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Bantuan yang paling berarti adalah melaporkan langsung ke nomor kontak keluarga atau polisi jika melihat seseorang yang sesuai dengan ciri Nadira. “Kami sangat menghargai perhatian publik, tapi mohon jangan sampai informasi yang salah malah menghambat pencarian,” ujar Budhi.

Penutup

Hingga berita ini diturunkan, Nadira Az-Zahra masih belum ditemukan. Keluarga terus berharap dan berdoa agar Nadira segera kembali dalam keadaan selamat. Polisi belum bisa memastikan apakah Nadira menjadi korban kejahatan atau sengaja menghilang. Yang jelas, setiap detik sangat berharga dalam kasus seperti ini. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan membantu pencarian dengan cara yang benar. Semoga misteri ini segera terungkap dan Nadira dapat kembali berkumpul dengan keluarganya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *