71 Peserta Lulus Seleksi Akhir Penerimaan Anggota Polri di Polda Kepri, Wakapolda Tegaskan Prinsip BETAH

71 Peserta Lulus Seleksi Akhir Penerimaan Anggota Polri di Polda Kepri, Wakapolda Tegaskan Prinsip BETAH

Suara Pecari, Tanjungpinang – Proses seleksi Penerimaan Terpadu Anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di lingkungan Polda Kepulauan Riau (Kepri) resmi mencapai puncaknya. Sebanyak 71 peserta dinyatakan lulus terpilih dalam Sidang Kelulusan Akhir Penerimaan Bintara dan Tamtama Polri yang digelar di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri. Wakapolda Kepri, Brigjen Pol. Anom Wibowo, memimpin langsung sidang yang menjadi penentu nasib ratusan calon anggota kepolisian tersebut.

Dalam sambutannya, Wakapolda menegaskan bahwa sidang kelulusan merupakan tahapan puncak dari seluruh rangkaian seleksi yang telah dilaksanakan secara objektif, profesional, dan penuh tanggung jawab. Seleksi ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam memperoleh calon anggota yang memiliki kualitas, integritas, serta siap mengemban tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. “Seluruh proses seleksi dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH),” ujar Brigjen Pol. Anom Wibowo, Minggu, 5 Juli 2026.

Komitmen Anti-Percaloan dan Integritas

Salah satu poin penting yang disorot dalam proses rekrutmen kali ini adalah komitmen Polda Kepri dalam memberantas segala bentuk percaloan maupun penyimpangan. Wakapolda secara tegas mengingatkan para peserta untuk percaya pada kemampuan diri sendiri dan tidak mudah tergiur oleh pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan cara yang tidak benar. “Kami tidak mentolerir adanya praktik kotor. Setiap peserta yang terbukti melakukan kecurangan atau menggunakan jalur ilegal akan langsung didiskualifikasi,” tegasnya. Pernyataan ini sejalan dengan instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menekankan rekrutmen bersih di seluruh jajaran.

Polda Kepri juga membuka hotline pengaduan bagi masyarakat yang menemukan indikasi percaloan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh proses seleksi berjalan transparan dan dapat diawasi oleh publik. “Kami ingin masyarakat percaya bahwa menjadi anggota Polri adalah hasil dari kerja keras dan kemampuan, bukan karena uang atau koneksi,” tambah Wakapolda.

Rincian Kelulusan dan Data Peserta

Berdasarkan hasil sidang kelulusan, dari 84 peserta yang mengikuti tahapan akhir seleksi, sebanyak 71 peserta dinyatakan lulus terpilih. Mereka terdiri dari 64 pria dan 7 wanita, sedangkan 13 peserta dinyatakan belum terpilih. Adapun rincian peserta yang dinyatakan lulus terpilih meliputi berbagai formasi, seperti terlihat dalam tabel berikut:

FormasiJumlah Lulus
Bintara PTU48
Bintara Intelijen5
Bintara Polair5
Bintara Kompetensi Khusus Akuntansi1
Bintara Kompetensi Khusus Pertanian1
Tamtama Brimob7
Tamtama Polair4
Total71

Peserta yang dinyatakan lulus selanjutnya akan mengikuti pendidikan pembentukan yang dijadwalkan pada 20 Juli 2026. Pendidikan akan dilaksanakan di berbagai lokasi sesuai dengan formasi masing-masing:

  • Bintara PTU, Polair, dan Bakomsus – SPN Polda Kepri
  • Bintara Intelijen – Pusdik Intelijen Soreang
  • Tamtama Brimob – SPN Polda Kalimantan Selatan
  • Tamtama Polair – SPN Daerah Istimewa Yogyakarta

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat Kepri

Kepolisian Daerah Kepulauan Riau memiliki peran strategis mengingat wilayahnya yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dan menjadi jalur lalu lintas internasional. Dengan adanya 71 anggota baru yang siap dididik, diharapkan dapat memperkuat personel di berbagai satuan, terutama di bidang Polair dan Intelijen yang sangat vital untuk pengamanan perbatasan dan pencegahan kejahatan lintas negara.

Masyarakat Kepri pun menyambut baik proses rekrutmen yang transparan ini. Sejumlah tokoh masyarakat menilai bahwa prinsip BETAH yang diterapkan Polda Kepri dapat menjadi contoh bagi daerah lain. “Kami berharap anggota baru ini benar-benar berkualitas dan mampu menjaga keamanan serta melayani masyarakat dengan baik,” ujar seorang warga Tanjungpinang.

Di sisi lain, bagi 13 peserta yang belum berhasil, Wakapolda berpesan agar tidak berkecil hati dan menjadikan hasil seleksi sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan serta kembali mengikuti seleksi pada kesempatan berikutnya apabila masih memenuhi persyaratan. “Kegagalan hari ini bukan akhir dari segalanya. Teruslah berlatih dan persiapkan diri lebih baik lagi,” pesannya.

Penutup Naratif

Di tengah sorotan publik terhadap kredibilitas institusi kepolisian, langkah Polda Kepri dalam menerapkan rekrutmen bersih, transparan, dan akuntabel menjadi angin segar. Para calon bhayangkara yang kini memasuki masa pendidikan tidak hanya membawa cita-cita pribadi, tetapi juga harapan masyarakat akan penegakan hukum yang adil dan humanis. Dengan semangat BETAH, Polda Kepri optimistis bahwa generasi polisi yang akan lahir dari proses ini mampu menjadi garda terdepan dalam melindungi dan mengayomi masyarakat Kepulauan Riau.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *