Momen Kompak Polisi-Jaksa di Konferensi Pers Kasus Jampidsus, KPK Batal Hadir
Suara Pecari, Jakarta – Suasana berbeda terlihat di Gedung Kejaksaan Agung saat konferensi pers pelimpahan tiga perkara dugaan korupsi digelar, Sabtu (11/7/2026). Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mengajak jajaran Kejaksaan Agung dan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri untuk bergandengan tangan, menciptakan momen yang sarat makna sinergi antara dua lembaga penegak hukum tersebut. “Yuk, yuk, yuk, gini, gini, kompak. Polisi, Jaksa, kompak,” ujar Habiburokhman sembari meminta para pejabat berfoto bersama. Ajakan itu disambut antusias oleh Plt Jampidsus Rudi Margono, Kepala Kortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto, Kapolda Metro Jaya, dan pimpinan Komisi III DPR lainnya.
Konferensi pers ini menjadi sorotan karena berlangsung di tengah kontroversi penanganan perkara yang menyeret nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Sehari sebelumnya, Jumat (10/7/2026), Polda Metro Jaya juga menggelar konferensi pers terkait kasus dugaan korupsi dan TPPU batu bara yang melibatkan Febrie. Namun, konferensi pers tersebut molor lima jam dari jadwal pukul 16.30 WIB menjadi pukul 19.00 WIB, dan hanya memamerkan barang bukti tanpa menetapkan tersangka. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan penetapan tersangka akan dilakukan dalam waktu dekat.
Kejanggalan lain adalah ketidakhadiran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam konferensi pers di Polda Metro. Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengungkapkan bahwa KPK mendapat undangan resmi dari Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, namun setelah berdiskusi dengan penyidik, diputuskan tidak perlu menyampaikan keterangan dalam konferensi pers. “Setelah berdiskusi, rupanya tidak perlu lagi penjelasan kami disampaikan melalui konferensi pers,” ujar Asep. Alasan lain adalah kasus masih dalam tahap awal dan belum memenuhi syarat untuk diambil alih KPK.
Sementara itu, pengamanan ketat tampak di lokasi konferensi pers Polda Metro. Puluhan personel Brimob bersenjata lengkap berjaga di Gedung Promoter, tempat barang bukti seperti uang Rp 67 miliar, Rp 476 miliar, dan emas 74 kilogram dipamerkan. Barang bukti tersebut disita dari penggeledahan di 13 lokasi, termasuk rumah di Sentul yang dikaitkan dengan Febrie Adriansyah. Febrie sendiri dalam konferensi pers terpisah di Gedung Bundar Kejagung membantah kepemilikan rumah tersebut dan menyatakan bahwa barang bukti yang ditemukan bukan miliknya.
Konferensi pers di Kejagung pada Sabtu menjadi puncak dari rangkaian acara yang menunjukkan upaya sinergi antara Polri dan Kejagung di tengah sorotan publik. Habiburokhman menegaskan pentingnya kekompakan kedua lembaga dalam memberantas korupsi. “Polisi, Jaksa, kompak,” ucapnya berulang kali. Momen bergandengan tangan itu menjadi simbol harapan akan penanganan perkara yang transparan dan profesional.
Kesimpulannya, rangkaian konferensi pers dalam dua hari terakhir menyoroti dinamika penegakan hukum di Indonesia. Mulai dari pengamanan ketat, ketidakhadiran KPK, hingga ajakan kekompakan Polri-Jaksa, semua menggambarkan upaya membangun kepercayaan publik. Publik menanti perkembangan selanjutnya, terutama penetapan tersangka dan proses hukum yang adil.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










