Jejak Kontroversi Bigmo Berujung ke Ranah Hukum, Kini Terseret Kasus Vape
Suara Pecari – Muhammad Jannah, yang lebih dikenal dengan nama Bigmo, kembali menjadi sorotan setelah terlibat masalah hukum terkait konten live streaming yang mempromosikan vape dan melibatkan anak-anak. Kasus ini menambah panjang daftar kontroversi yang pernah menimpa kreator konten tersebut.
Bigmo menjalani pemeriksaan di Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya pada Senin (10/8/2026) terkait dugaan eksploitasi anak dalam konten live streaming-nya. Pemeriksaan ini berlangsung dengan kuasa hukumnya mendampingi dan menyertakan sekitar 40 pertanyaan yang diajukan penyidik.
Permintaan Maaf dan Penyesalan Bigmo
Usai menjalani pemeriksaan, Bigmo menyampaikan permohonan maaf atas kontroversi yang ditimbulkan dari konten promosi vape yang melibatkan anak-anak dalam siaran langsungnya. Ia mengaku sangat kapok dan berjanji akan lebih berhati-hati dalam membuat konten ke depan agar tidak berdampak negatif bagi masyarakat.
Rekam Jejak Kontroversi Bigmo
Kasus ini bukanlah masalah hukum pertama yang dihadapi Bigmo. Sebelumnya, ia pernah dilaporkan oleh selebgram Azizah Salsha atau yang dikenal sebagai Zize, terkait dugaan pencemaran nama baik. Insiden tersebut bermula dari konten dan pernyataan yang diunggah Bigmo di media sosial.
Gaya komunikasi Bigmo yang blak-blakan dan sering mengangkat isu kontroversial membuatnya kerap menjadi pusat perdebatan di berbagai platform media sosial, terutama YouTube. Namun, keterlibatannya dalam promosi vape yang melibatkan anak-anak membawa masalah ke ranah hukum dengan potensi dampak serius terhadap perlindungan anak.
Kontroversi dan Dampaknya
Kasus ini menimbulkan perhatian luas karena melibatkan eksploitasi anak dalam konteks promosi produk yang berisiko bagi kesehatan, seperti rokok elektrik (vape). Pemeriksaan oleh Polda Metro Jaya menandai langkah penting dalam menegakkan hukum terkait perlindungan anak dan regulasi konten di platform digital.
Pihak berwenang menegaskan komitmen untuk menindak tegas setiap pelanggaran yang melibatkan anak-anak dalam aktivitas promosi produk berbahaya, guna menjaga keamanan dan kepentingan generasi muda.
Bigmo sendiri telah mengakui kesalahannya dan berjanji untuk memperbaiki kualitas konten yang dihasilkan demi memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi para kreator konten untuk selalu bertanggung jawab dalam menyajikan informasi dan menghindari praktik yang dapat merugikan masyarakat, terutama anak-anak.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










