BNN Sita Aset Rp 40 Miliar dan Tangkap Bos Gendut dalam Operasi Kampung Bahari
Suara Pecari, Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap Muhammad Ridwan alias Bos Gendut, buronan kasus narkoba, dalam operasi besar di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dalam penggerebekan ini, BNN menyita uang tunai dan aset senilai hampir Rp 40 miliar, termasuk senjata api dan kendaraan mewah.
Operasi gabungan yang melibatkan BNN RI, Polda Metro Jaya, BNNP DKI Jakarta, dan BNNK Jakarta Utara ini berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026. Penangkapan Bos Gendut merupakan kelanjutan dari operasi penertiban Kampung Narkoba yang dilakukan pada Oktober 2025, saat yang bersangkutan melarikan diri setelah kasus kepemilikan 98 kilogram sabu, uang tunai Rp 1,4 miliar, berbagai logam mulia, dan tujuh pucuk senjata api terungkap.
Penangkapan Bos Gendut saat Sedot Lemak
Pengejaran terhadap Muhammad Ridwan berakhir saat dia berada di sebuah klinik kecantikan di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat, tengah menjalani perawatan sedot lemak. Petugas BNN membuntuti pergerakan MR sejak Rabu malam dan menangkapnya pada pukul 20.09 WIB. Bersama Bos Gendut, dua orang yang diduga loyalisnya juga diamankan.
Barang Bukti dan Pengembangan Kasus
Selain 98 kilogram sabu yang menjadi dasar kasus MR, BNN menyita sejumlah barang bukti lain, termasuk ganja, senjata api, samurai, peluru, handphone, serta dua mobil mewah, salah satunya BMW X1. Dalam pengembangan kasus, BNN juga mengungkap dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait MR dengan penyitaan uang tunai sebesar Rp 1,277 miliar dan aset lainnya yang diperkirakan senilai Rp 39,950 miliar.
Operasi ini dimulai dengan apel kesiapan personel di Kantor BNNK Jakarta Utara pada pukul 05.30 WIB dan dilanjutkan dengan penggeledahan di beberapa lokasi, termasuk kediaman Muhammad Ridwan di Jalan Bak Air dan Jalan Samudra, serta rumah A alias Lopes dan Kimmul di kawasan Jalan Bak Air. Lokasi-lokasi tersebut diduga menjadi tempat penyimpanan barang bukti narkotika dan senjata.
Perlawanan dan Dukungan Pemerintah
Selama operasi di Kampung Bahari, loyalis Bos Gendut memberikan perlawanan yang menyebabkan beberapa petugas terluka. Namun, aparat berhasil mengendalikan situasi dan mengamankan empat orang, termasuk Bos Gendut.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyatakan dukungan penuh kepada BNN dalam upaya memberantas jaringan narkoba di wilayah tersebut. Ia menekankan pentingnya pengungkapan kasus ini sebagai pembelajaran agar masyarakat tidak terlibat dalam peredaran narkoba yang merugikan masa depan.
Konteks dan Dampak
Pengungkapan kasus ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BNN dan Polda Metro Jaya untuk membongkar jaringan narkotika di Kampung Bahari, yang selama ini dikenal sebagai titik rawan peredaran narkoba di Jakarta Utara. Penangkapan Bos Gendut dan penyitaan aset besar menunjukkan komitmen aparat dalam memberantas kejahatan narkotika serta tindak pidana pencucian uang yang sering menyertainya.
Langkah tegas ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku narkoba dan memperkuat pengawasan di wilayah rawan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkotika.
BNN terus melakukan pengembangan penyidikan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas dan memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










