Wanita di Banyuwangi Coba Bawa Sabu ke Lapas, Disembunyikan di Karet Celana

Wanita di Banyuwangi Coba Bawa Sabu ke Lapas, Disembunyikan di Karet Celana

Suara Pecari, Banyuwangi – Seorang wanita berinisial DAT berhasil ditangkap petugas Lapas Kelas IIA Banyuwangi pada Kamis, 13 Agustus 2026, setelah kedapatan mencoba menyelundupkan sabu ke dalam lapas dengan cara menyembunyikan barang haram tersebut di karet pinggang celananya.

Penangkapan Berawal dari Kecurigaan Petugas

Kepala Lapas Banyuwangi, Solichin, menjelaskan bahwa penangkapan DAT bermula saat petugas penggeledahan di pos pemeriksaan kunjungan wanita mencurigai gerak-gerik dan gestur gugup yang ditunjukkan oleh DAT saat hendak memasuki area kunjungan. Petugas kemudian membawa DAT ke ruang pemeriksaan khusus untuk dilakukan penggeledahan lebih mendalam.

Temuan Barang Bukti Sabu

Dalam penggeledahan, petugas menemukan sebuah bungkusan plastik hitam memanjang yang diselipkan rapi di balik lipatan karet celana DAT. Setelah diperiksa, bungkusan tersebut berisi serbuk kristal putih yang diduga sabu seberat sekitar 5 gram yang dikemas dalam plastik bening.

Motif dan Keterlibatan Warga Binaan

Dalam proses interogasi, DAT mengakui bahwa paket sabu tersebut merupakan pesanan dari seorang kerabatnya berinisial MKA, yang saat itu merupakan warga binaan di Lapas Banyuwangi. Petugas kemudian menjemput MKA dari blok hunian untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kedua pelaku akhirnya mengakui peran masing-masing dalam upaya penyelundupan narkoba tersebut. Pengungkapan kasus ini menunjukkan adanya upaya peredaran narkoba yang melibatkan pengunjung dan warga binaan di lingkungan lapas.

Tindak Lanjut dan Penanganan Kasus

Seluruh barang bukti beserta kedua pelaku telah diserahkan ke Satuan Reserse Narkoba Polresta Banyuwangi untuk proses hukum dan pengembangan kasus lebih lanjut. Kepala Lapas, Solichin, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap peredaran gelap narkoba di lingkungan lapas.

“Kami tidak akan memberikan celah sedikit pun bagi siapa saja yang mencoba terlibat dalam peredaran gelap narkoba di dalam lapas. Siapa pun yang terbukti, baik pengunjung maupun warga binaan, pasti kami proses tuntas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Solichin.

Konsekuensi dan Pentingnya Pengawasan di Lapas

Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi pengelola lapas dan aparat penegak hukum untuk meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan ketat terhadap pengunjung serta warga binaan guna mencegah peredaran narkoba yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban di dalam lembaga pemasyarakatan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *