Kepala Polisi Jeju Minta Maaf Anak Buahnya Malah Tutup 298 Kasus Orang Hilang
Suara Pecari, Jeju – Kepala Kepolisian Jeju, Ko Pyeong-ki, secara resmi meminta maaf atas penutupan palsu 298 laporan kasus orang hilang yang dilakukan oleh anggota kepolisian di wilayah tersebut. Permintaan maaf ini disampaikan pada 27 Agustus 2026, setelah penyelidikan resmi terhadap dugaan kelalaian dan pemalsuan catatan oleh seorang anggota Tim Investigasi Orang Hilang Kepolisian Jeju Barat.
Permintaan Maaf Resmi Kepala Polisi Jeju
Ko Pyeong-ki mengungkapkan rasa penyesalannya dalam rapat pimpinan kepolisian, khususnya kepada keluarga dua korban yang tidak pernah kembali ke pelukan keluarga mereka. Ia mengakui kegagalan polisi dalam menjalankan tugas melindungi keselamatan masyarakat serta dampak buruk yang ditimbulkan oleh tindakan petugas kepada keluarga korban.
“Saya menundukkan kepala dan memohon maaf kepada dua orang yang pada akhirnya tidak dapat kembali ke pelukan keluarga mereka, serta kepada keluarga yang kini mengalami kesedihan mendalam yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata,” ucap Ko.
Latar Belakang Kasus Penutupan Palsu
Kasus ini mencuat setelah penahanan anggota polisi bermarga Boo (35), yang diduga melakukan kelalaian tugas dan memalsukan catatan resmi untuk menutup laporan orang hilang secara palsu. Boo diduga menutup secara tidak sah laporan hilangnya Jang Mi-ran (37) yang dilaporkan hilang sejak Mei 2026 dan juga laporan seorang pria berusia 60-an pada Juli 2026. Pria tersebut ditemukan meninggal dunia di Jeju pada Agustus setelah keluarga melaporkan kembali kehilangannya.
Selain dua kasus tersebut, polisi kini sedang memeriksa seluruh 298 laporan orang hilang yang ditangani oleh Boo sejak Maret 2025 hingga Agustus 2026 untuk mengidentifikasi apakah ada kasus lain yang juga ditutup secara palsu.
Tindakan dan Janji Penyelidikan
Kepolisian Jeju berkomitmen untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan mengenai kasus ini. Ko berjanji hasil penyelidikan akan dibuka kepada publik tanpa ada yang disembunyikan.
- Melakukan pemeriksaan ulang seluruh kasus orang hilang di Jeju untuk memastikan tidak ada kesalahan lain.
- Mengevaluasi sistem dan prosedur penanganan laporan orang hilang, termasuk aspek sumber daya manusia.
- Mempersiapkan sistem pengamanan berlapis agar kelalaian serupa tidak terulang.
Dampak dan Reaksi Publik
Kasus ini menimbulkan kekecewaan dan kegelisahan di kalangan masyarakat Jeju dan publik Korea Selatan. Kesalahan yang dilakukan oleh petugas kepolisian menimbulkan luka mendalam bagi keluarga korban dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Ko menegaskan bahwa sebagai kepala kepolisian, ia merasakan tanggung jawab besar atas keamanan dan keselamatan masyarakat Jeju serta berkomitmen memperbaiki sistem agar kejadian serupa tidak terulang.
Konteks Lebih Luas
Penanganan kasus orang hilang merupakan bagian penting dari tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kasus penutupan palsu ini menunjukkan adanya masalah serius dalam sistem penanganan laporan yang harus segera diperbaiki agar kepercayaan publik dapat dipulihkan.
Polisi Jeju berjanji untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses penyelidikan kasus orang hilang demi melindungi hak dan keselamatan warga.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









