Cekcok dengan Istri, Pria di Palembang Ini Malah Dibacok Tetangga Sendiri
Suara Pecari, Palembang – Seorang pria berinisial FBS (40) menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam oleh tetangganya sendiri di kawasan Jalan Faqih Usman, lorong Yucing, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis pagi, 22 Oktober 2026, usai korban terlibat cekcok dengan istrinya.
Peristiwa Penganiayaan
Menurut keterangan dari Kanit Reskrim AKP Andrian, kejadian bermula saat FBS berselisih paham dengan istrinya, MS (26). Dalam situasi emosi, korban sempat mengejar istrinya dengan membawa senjata tajam. Namun, MS berhasil melarikan diri dan bersembunyi di rumah Ketua RT setempat.
Tak lama setelah itu, istri korban mendapatkan kabar bahwa suaminya menjadi korban penganiayaan dengan senjata tajam jenis parang. Diduga pelaku adalah tetangga korban sendiri yang berinisial M alias D.
Kondisi Korban dan Penanganan
Istri korban bersama warga sekitar segera membawa FBS yang mengalami luka serius ke RSUD Palembang BARI untuk mendapatkan perawatan intensif. Luka yang diderita korban meliputi luka robek di lengan kiri, leher sebelah kiri, dan telinga sebelah kiri.
Petugas piket Reskrim dan SPK Polsek SU I Palembang langsung mendatangi lokasi kejadian dan memeriksa kondisi korban di rumah sakit. Barang bukti berupa baju korban juga telah diamankan, dan keterangan saksi-saksi tengah dikumpulkan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Upaya Penyelidikan
Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan termasuk mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengungkap keberadaan pelaku dan motif lebih jauh. Kasus ini menjadi perhatian karena pelaku merupakan tetangga korban sendiri yang melakukan tindakan penganiayaan setelah insiden cekcok rumah tangga.
Konsekuensi Hukum
Penganiayaan dengan senjata tajam merupakan tindakan kriminal yang berpotensi menyebabkan luka serius atau kematian. Polisi berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini guna memberikan keadilan bagi korban dan mencegah kejadian serupa di lingkungan masyarakat.
Peristiwa ini mengingatkan pentingnya penyelesaian konflik keluarga dengan cara damai dan menghindari tindakan kekerasan yang justru memperparah keadaan serta melibatkan pihak lain yang tidak terduga.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










