Kapolri Jelaskan Sulitnya Membedakan Vape yang Mengandung Narkoba
Suara Pecari, Medan – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan bahwa vape yang mengandung narkoba sulit dibedakan secara kasat mata. Hal ini menjadi tantangan besar bagi aparat dalam mengawasi dan memberantas peredaran narkoba yang menyasar generasi muda melalui media vape.
Sulitnya Membedakan Vape yang Mengandung Narkoba
<pMenurut Kapolri, isi ulang atau cartridge dalam vape yang mengandung narkoba tidak dapat dibedakan secara langsung dengan vape biasa karena wujudnya berupa cairan yang sangat tersamar. Kandungan kimia narkotika dan kimia biasa hampir tidak terlihat perbedaannya.
“Isi ulang ataupun isi cartridge-cartridge di dalam vape ya tidak bisa kita bedakan, yang sangat tersamar, sangat terkamuflase, wujudnya cair. Antara kimia biasa dengan kimia narkotika itu tidak bisa dibedakan,” ujar Suyudi saat konferensi pers di Terminal Penumpang Bandar Deli Belawan, Jumat (23/10/2026).
Modus Pengemasan yang Menyulitkan Identifikasi
Selain wujud yang samar, para penyelundup mengemas vape berisi narkoba dengan tambahan aroma wangi-wangian dan rasa buah-buahan. Hal ini membuat kandungan ganja yang diekstrak ke dalam vape terasa seperti buah dan sulit dideteksi oleh petugas, termasuk BNN dan Polri.
“BNN sekalipun Polri secara kasat mata tidak bisa membedakan. Apalagi itu dikemas dengan wangi-wangian, buah-buahan, sehingga ganja sekalipun ya mungkin kita tahu wanginya khas itu berhasil diekstrak oleh kelompok penyelundup. Sehingga akhirnya bisa rasanya seperti buah-buahan,” jelas Suyudi.
Komitmen Aparat dalam Melindungi Masyarakat
Kapolri menegaskan bahwa pengungkapan dan pemberantasan peredaran narkoba melalui vape menjadi bagian dari komitmen seluruh aparat, termasuk TNI, Polri, Bea Cukai, BNN, dan pemerintah daerah, untuk melindungi masyarakat dan khususnya generasi muda dari dampak buruk narkoba.
“Ini adalah sebuah wujud nyata keseriusan kita semua, aparat TNI, Polri, Bea Cukai, BNN, termasuk pemerintah daerah. Karena kita memiliki semangat bersama, bergandengan tangan. Alhamdulillah hari ini kita bisa mengungkap, bisa menangkap para pelaku, penyelundup yang sangat jahat tentunya. Ingin menghancurkan anak-anak bangsa kita,” kata Suyudi.
Pengungkapan Kasus Narkoba di Perairan Selat Malaka
Bersamaan dengan penjelasan tersebut, Kapolri juga menginformasikan pengungkapan kasus peredaran narkoba oleh Polri, BNN, dan Bea Cukai di kapal MT Global 168 di Perairan Selat Malaka. Dalam operasi ini berhasil diamankan sebanyak 1,16 ton narkoba jenis ketamin serta delapan awak kapal, terdiri dari tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara Taiwan.
Konteks dan Dampak
Fenomena penyelundupan narkoba melalui vape dengan modus yang sulit dikenali ini menjadi tantangan baru bagi aparat penegak hukum. Vape yang populer di kalangan anak muda dapat menjadi sarana baru untuk menyebarkan narkoba secara tersembunyi, sehingga pengawasan harus terus ditingkatkan.
Selain itu, pemberantasan peredaran narkoba di wilayah pelabuhan dan perairan strategis seperti Selat Malaka menunjukkan kerja sama antarlembaga yang solid dalam menghadapi ancaman narkoba yang semakin beragam.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










