BNPT Dorong Penguatan Literasi Digital Cegah Radikalisme Daring

BNPT Dorong Penguatan Literasi Digital Cegah Radikalisme Daring

Suara Pecari | Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menilai penguatan literasi digital sebagai langkah penting dalam menghadapi pola radikalisasi baru yang berkembang melalui media sosial dan platform digital. Kepala BNPT, Eddy Hartono, menyatakan bahwa penyebaran paham radikal tidak lagi hanya terjadi di ruang nyata, tetapi juga berlangsung melalui perang narasi di ruang digital yang menyasar generasi muda.

Buku itu membahas transformasi pola terorisme modern, mulai dari proses radikalisasi, propaganda digital, hingga strategi pencegahan berbasis kolaborasi lintas sektor. Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, menyatakan bahwa arus informasi global yang bergerak sangat cepat membuat ancaman keamanan kini semakin sulit dipisahkan antara konteks global dan lokal.

Kepala Densus 88 Antiteror Polri, Sentot Prasetyo, menyebut penyebaran paham radikal kini telah memasuki ruang paling pribadi dalam kehidupan masyarakat melalui perangkat digital dan media sosial. Proses radikalisasi saat ini kerap memanfaatkan kondisi psikologis, pencarian identitas, hingga algoritma digital untuk memengaruhi pengguna media sosial.

BNPT bersama Polri menegaskan penguatan literasi digital dan kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan nasional menghadapi ancaman ekstremisme berbasis kekerasan di era digital.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan